FAJARSUKABUMI - Lahan sawah di Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur diserang organisme pengganggu tanaman (OPT). Tanaman padi di lahan sekitar 10 hektare diserang hama wereng batang cokelat.
Data sementara Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) setempat, Lahan sawah yang terserang hama wereng batang cokelat tersebar di Desa Langensari seluas 3 ha, di Desa Sukamantri seluas 2 ha, di Desa Hegarmanah 1 ha, di Desa Sukamanah 2 ha, di Desa Sukamulya 1 ha, dan di Desa Sukasari 1 ha.
Terdapat juga lahan sawah yang terancam terserang hama cokelat. Luasannya ditaksir mencapai 70 ha.
Baca Juga: Ayep Zaki Serius Membangun Ekosistem Pertanian di Kota Sukabumi, Ini Buktinya
Rinciannya, di Desa Langensari luasan lahan yang terancam sekitar 15 ha, di Desa Sukamantri 10 ha, di Desa Hegarmanah 10 ha, di Desa Sukamanah 15 ha, di Desa Sukamulya 10 ha, dan di
Desa Sukasari 10 ha.
Kepala DTPHPKP Kabupaten Cianjur, Nurdiyati, mengatakan serangan hama wereng batang cokelat relatif cukup masif. Kondisi itu dimungkinkan mulai terjadinya perubahan cuaca.
"Untuk di wilayah Karangtengah ada sekitar 10 hektare yang terserang hama wereng batang cokelat," kata Nurdiyati, Minggu, 15 Juni 2025.
Nurdiyati mengaku, saat mulai terdeteksi terjadinya serangan hama wereng batang cokelat, DTPHPKP sudah berupaya mengendalikannya. Di antara upaya itu dilakukan dengan penyemprotan menggunakan insektisida.
"Kami bekerja sama dengan kelompok tani melaksanakan pengendalian serangan hama menggunakan insektisida," ujarnya.
Sejak awal, DTPHPKP sudah mengintensifkan sosialisasi pengendalian OPT kepada para petani. Terutama antisipasi menghadapi potensi perubahan cuaca.
"Sebagai antisipasi, pada Mei kami sudah melaksanakan sosialisasi pengendalian hama penyakit menghadapi perubahan cuaca saat ini," tutur dia.
Fenomena serangan hama mendapat atensi dari Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian. Orang nomor satu di Kabupaten Cianjur itu bersama tim DTPHPKP meninjau lahan sawah terdampak di Desa Langensari.
Pada kesempatan itu diserahkan bantuan insektisida cair sebanyak 15 liter. "Bantuan diberikan kepada kelompok tani di Desa Langensari," pungkasnya.
Artikel Terkait
Menteri Pertanian Peringatkan Pelaku Usaha Curang yang Mengubah Beras Medium Dilabeli Premium: Kalau Tidak Berubah, Kami Cek Seluruh Indonesia
Lahan Pertanian Gagal Panen Diduga Aktivitas Tambang, Pemda Sukabumi Bakal Sidak Beberapa PT di Kecamatan Simpenan
IFG Perluas Perlindungan Risiko Pertanian untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Ketahanan Nasional
Ayep Zaki Serius Membangun Ekosistem Pertanian di Kota Sukabumi, Ini Buktinya