Selasa, 21 April 2026

Update Konflik Iran vs Israel: Vladimir Putin Tawarkan Bantuan Mediasi namun Ditolak Mentah Donald Trump

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Jumat, 20 Juni 2025 | 16:13 WIB
Potret Putin tawarkan mediasi Iran-Israel, namun ditolak Trump: “Tolong, urus mediasimu sendiri.” Konflik terus memanas. (Foto Istimewa)
Potret Putin tawarkan mediasi Iran-Israel, namun ditolak Trump: “Tolong, urus mediasimu sendiri.” Konflik terus memanas. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - Konflik Iran vs Israel kini tengah menyita perhatian sebagian publik internasional, pada Kamis, 19 Juni 2025.

Terbaru, Presiden Rusia, Vladimir Putin turut menanggapi bahkan menawarkan bantuan mediasi untuk mengakhiri konflik antara Iran dan Israel.

Putin menyatakan, serangan udara Israel atas Iran justru membuat konsolidasi atau persatuan antara masyarakat Iran kepada para pemimpinnya.

Baca Juga: Putin Nilai Sikap RI terhadap Isu Global Sejalan dengan Rusia, Nyatakan Tuk Koordinasi Lebih Erat di PBB

"Hari ini kita melihat di Iran, ada suatu konsolidasi dari masyarakat Iran dan para pimpinan politiknya," ujar Putin sebagaimana dilansir dari Reuters pada Kamis, 19 Juni 2025.

"Ini adalah isu sensitif, dan kita harus berhati-hati di ini. Tapi, menurut saya, suatu solusi bisa dicapai," imbuhnya.

Perihal tawarannya untuk membantu mediasi dua negara di Timur Tengah itu, Putin menyoroti harus adanya suatu perjanjian yang menjamin antara keamanan Israel, dan keinginan Iran untuk mengembangkan program nuklir untuk sipil.

Baca Juga: Jawaban Putin soal Tawaran Prabowo Tuk Menambah Jumlah Penerbangan Langsung Rusia-Indonesia

Pernyataan Putin itu diperkuat usai sebelumnya Israel sendiri berdalih, serangan udara mereka ke Iran pada Jumat, 13 Juni 2025, bertujuan untuk menghentikan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir.

"Saya percaya, sebaiknya kita mencari cara menghentikan konflik ini dan mencari solusi bagi Israel dan Iran untuk mencapai suatu kesepakatan," tegasnya.

Di sisi lain, Putin menyebut 200 warga negara Rusia bekerja di reaktor nuklir Bushehr, di sebelah selatan Iran. Perusahaan itu dibangun oleh perusahaan Rusia, Rosatom.

Baca Juga: Usai Indonesia Masuk BRICS, Putin Dorong RI Tuk Ambil Peran di Forum Ekonomi Besutannya

"Kita sudah sepakat dengan para pemimpin Israel, bahwa keamanan mereka harus dijamin," tukasnya.

Terpisah, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah mendengar perihal tawaran Putin tersebut.

Tokoh nomor 1 di negara sekutu Israel itu bahkan mengklaim dirinya telah menolak rencana Putin untuk memediasi di tengah konflik Iran-Israel.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X