Melalui unggahannya di platform Truth Social pada 17 Juni 2025 lalu, Trump mengklaim dirinya mengetahui keberadaan Khamenei dan memiliki kemampuan untuk membunuhnya kapan saja.
Kendati demikian, Trump menyatakan serangan terhadap Khamenei belum menjadi prioritas untuk saat ini, meskipun di tengah konflik Israel dan Iran.
Orang nomor 1 itu berdalih untuk masih memberi ruang bagi jalur diplomasi, untuk menekan Iran agar menghentikan pengembangan nuklirnya.*
Artikel Terkait
Sehari Sebelum Wafat, Paus Fransiskus Sempat Bertemu dengan Wapres AS JD Vance di Vatikan
Momen Aksi Bela Palestina di Kedubes AS, Terbentang Spanduk Bergambar Buah Semangka: Tanda Solidaritas RI untuk Gaza
Ketegangan Meningkat Imbas Tarif Resiprokal, China dan AS Bakal Berunding di Jenewa
Kala Prabowo Sebut Penjajah Belanda Keruk Kekayaan RI Senilai 31 Triliun Dolar AS, Setara 140 Tahun APBN
Perang Berkecamuk di Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump Sesumbar Iran Bukan Tandingan Israel
Usai Rapat Intelijen, AS Tuding Iran Produksi Bom Nuklir dalam Hitungan Pekan ke Depan
Pejabat Senior AS Bocorkan Amerika Serikat Bersiap Lakukan Serangan usai Iran Nyatakan Tak akan Menyerah pada Israel