Selasa, 21 April 2026

Pemkab dan BNNK Cianjur Peringati HANI 2025, Komitmen Bersama Menuju Indonesia Emas Bebas Narkoba

Photo Author
Zetta Al Fajr, FajarSukabumi.com
- Jumat, 27 Juni 2025 | 07:59 WIB
SAMBUTAN: Sekda Kabupaten Cianjur, Cecep S Alamsyah, memberikan sambutannya pada puncak peringatan HANI di Bale Praja Komplek Pemkab Cianjur, Kamis malam, 26 Juni 2025.
SAMBUTAN: Sekda Kabupaten Cianjur, Cecep S Alamsyah, memberikan sambutannya pada puncak peringatan HANI di Bale Praja Komplek Pemkab Cianjur, Kamis malam, 26 Juni 2025.

FAJARSUKABUMI - Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur menyelenggarakan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025 di Bale Praja, Pendopo Kabupaten Cianjur, Kamis malam, 26 Juni 2025. Kegiatan ini mengusung tema nasional yakni 'Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba Melalui Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045'.

Acara ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Cecep S Alamsyah serta jajaran Forkopimda. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Cianjur.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penayangan langsung (live streaming) dari Jakarta, di mana Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menerima penghargaan dari BNN RI atas kontribusinya mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di tingkat daerah. Penghargaan tersebut diserahkan pada rangkaian kegiatan HANI 2025 di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Baca Juga: Pantai Selatan Rawan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba, BNNK Cianjur Segera Bentuk Desa Pesisir Bersinar

Melalui kegiatan ini, Kabupaten Cianjur kembali menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari bahaya narkoba. Komitmen ini selaras dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Pelaksana HANI 2025, Nur Apriani Dewi, dalam sambutannya menyampaikan peringatan ini merupakan momentum global untuk menyuarakan penolakan terhadap penyalahgunaan narkotika. Pada 2022 jumlah pengguna narkoba secara global mencapai 292 juta jiwa atau meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya. Di Indonesia, sebanyak 1,73 persen atau sekitar 3,3 juta jiwa terdampak penyalahgunaan narkoba.

Di Kabupaten Cianjur sendiri, dalam satu tahun terakhir tercatat 340 kasus, terdiri dari 246 pelaku diproses hukum dan 94 direhabilitasi. Angka tersebut menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba masih cukup tinggi, terutama di kalangan remaja dan usia produktif.

Baca Juga: Sambangi Pendopo, BNNK Sukabumi Beberkan Program 2025

"Tema HANI tahun ini, 'The Evidence', merupakan ajakan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba dengan pendekatan pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan. Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal menyelamatkan generasi muda dan masa depan bangsa," ujar Nur Apriani.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Cecep S Alamsyah menyampaikan pesan bahwa narkoba dapat menyasar siapapun tanpa memandang usia atau status sosial, bahkan bisa masuk ke sekolah dan tempat ibadah.

“HANI 2025 menjadi pengingat bahwa sudah terlalu banyak korban. Tidak ada lagi alasan untuk diam atau menunda aksi. Perang melawan narkoba adalah perang mempertahankan peradaban,” tegasnya.

Baca Juga: Kepala BNNK Sukabumi Ajak Pelajar Menyeleksi Pertemanan, Ini Alasannya

Cecep juga mengajak semua pihak, termasuk orangtua, guru, tokoh agama, hingga masyarakat umum, untuk aktif dalam gerakan pencegahan narkoba.

"Ini bukan hanya tugas BNN, Polri, atau pemerintah daerah. Ini adalah tanggung jawab bersama sebagai bangsa," pungkasnya.

Editor: Zetta Al Fajr

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X