Selasa, 21 April 2026

Wali Kota Sukabumi Respons Aksi PMII, Ajak Dialog Resmi di Balai Kota

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Sabtu, 2 Agustus 2025 | 15:37 WIB
Potret Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki buka ruang dialog untuk PMII Sukabumi, minta audiensi resmi digelar di Balai Kota, bukan lewat aksi unjuk rasa. (Foto Yosep Taryawan)
Potret Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki buka ruang dialog untuk PMII Sukabumi, minta audiensi resmi digelar di Balai Kota, bukan lewat aksi unjuk rasa. (Foto Yosep Taryawan)

FAJARSUKABUMI - Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, angkat bicara terkait aksinya yang tidak menemui massa demonstrasi dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi, Jumat (1/8/2025). Ia menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang dialog, namun dengan cara yang tertib dan sesuai prosedur.

Ditemui awak media pada Sabtu (2/8/2025), Ayep menyampaikan bahwa dirinya memahami arah gerakan mahasiswa tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kepemimpinannya akan tetap berjalan sesuai amanah konstitusi dan ketentuan perundang-undangan.

“Saya akan bekerja dengan seluruh elemen lembaga pemerintah yang ada di Kota Sukabumi, baik vertikal maupun horizontal, juga ke bawah,” ujar Ayep.

Baca Juga: Layanan SIM Keliling Polres Sukabumi Hadir di Pos Lantas Cidahu Hari Ini

Menanggapi pertanyaan soal ketidakhadirannya menemui massa aksi, Ayep menegaskan bahwa dirinya tidak menutup pintu dialog. Namun ia menginginkan pendekatan formal dan terstruktur sebagai bentuk komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah.

“Silakan datang, kirim surat secara resmi. Yang datang tidak usah banyak, cukup perwakilan saja. Silakan bawa data-data yang akan disampaikan. Itu berlaku untuk siapa pun, bukan hanya mahasiswa,” tegasnya.

Ayep juga menyoroti pentingnya keterbukaan dan komunikasi dua arah dalam membangun kota. Ia menyadari bahwa dalam proses kepemimpinan, tidak semua pihak dapat merasa puas.

Baca Juga: Di Pelantikan IDI, Asep Japar Beberkan Harapan Kesehatan

“Dalam pembangunan, pasti ada ketidakpuasan. Tidak mungkin semua bisa saya akomodasi. Tapi saya siap berdialog dengan siapa pun. Sukabumi ini milik 373.000 rakyat Kota Sukabumi, dan saya hanya diberi amanah untuk menakhodai selama lima tahun,” ujar Ayep.

Ia pun menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi secara konstruktif, serta mengutamakan dialog dan kerja sama dalam menyampaikan aspirasi.

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X