Minggu, 19 April 2026

Ranty Rachmatilah: Kader PKK Harus Jadi Garda Terdepan dan Teladan di Masyarakat

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Jumat, 26 September 2025 | 13:00 WIB
Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah
Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah

FAJARSUKABUMI - Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh dalam pelatihan kader harus dapat dipraktikkan, disebarluaskan, dan berdampak langsung ke masyarakat.

“Ilmu itu bukan hanya untuk disimpan. Harus diamalkan, ditularkan, dan menjangkau lebih luas, terutama oleh para kader sebagai ujung tombak di lapangan,” ujarnya saat memberikan arahan dalam Bimbingan Teknis Peningkatan 25 Keterampilan Kader PKK dan Posyandu Kelurahan Benteng.

Ranty menyampaikan bahwa kader PKK dan posyandu tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai pengawas, mitra kerja, dan penyuluh bagi masyarakat. Mereka harus menjadi sumber informasi sekaligus tempat pengaduan, termasuk dalam isu-isu sensitif seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Baca Juga: Atasi TPPO, Begini Langkah Strategis Pemkab Sukabumi

“Banyak kasus KDRT yang tidak terdeteksi karena korban tidak tahu harus bicara ke siapa. Di sinilah peran kader menjadi sangat penting,” tegasnya.

Ranty juga menekankan pentingnya jenjang pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama. Ia menyoroti kebijakan wajib belajar 13 tahun, dengan memasukkan TK sebagai masa transisi penting dari bayi ke usia sekolah.

“Adab sebelum ilmu. Ini prinsip yang harus ditanamkan sejak kecil. Kita tidak hanya mendidik anak cerdas, tapi juga berakhlak,” katanya.

Baca Juga: Reaksi Partai Politik hingga Ketua DPR atas Arahan Jokowi Dukung Prabowo Gibran 2 Periode

Dalam arahannya, Ranty menyinggung soal masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan, seperti perilaku buang air besar sembarangan (ODF) dan penggunaan air dari sumber yang belum layak konsumsi.

“Kita masih menemukan kasus pencemaran air, terutama di daerah yang mengambil air dari pegunungan tapi belum memenuhi standar konsumsi. Ini butuh edukasi berkelanjutan dari para kader,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa posyandu harus menjadi pusat pembelajaran siklus kehidupan, dari remaja, masa menikah, memiliki anak, hingga usia lanjut. Pendidikan kesehatan mental juga menjadi prioritas, terutama untuk membentuk masyarakat yang empatik dan tidak mudah menghakimi.

Baca Juga: Lantik FPRB, Begini Pesan Bupati Sukabumi

“Kesehatan mental harus jadi perhatian. Kita harus lebih banyak mencegah daripada mengobati. Jangan tunggu krisis seperti saat pandemi baru bergerak,” katanya.

 

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X