“Pada September saja tercatat 11 kejadian bencana, terdiri dari delapan cuaca ekstrem, dua tanah longsor, dan satu kebakaran permukiman, dengan total kerugian mencapai Rp133 juta,” ungkapnya
Sebagai upaya pencegahan, BPBD Kota Sukabumi terus menggencarkan program mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, di antaranya status siaga darurat cuaca ekstrem, pelatihan tanggap darurat di sekolah-sekolah, simulasi penyelamatan, hingga pembentukan Kampung Siaga Bencana di beberapa kelurahan.
“Kami tidak hanya bergerak saat bencana, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan warga. Tahun ini lebih dari 17 ribu warga dan pelajar telah mengikuti edukasi kebencanaan,” ucap Novian.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Lantik 293 Pejabat, Tegaskan Regenerasi dan Profesionalisme ASN
Selain edukasi, BPBD juga telah menyalurkan 110 paket sembako dan 35 lembar terpal untuk korban terdampak hingga Agustus 2025.
Novian menegaskan, tren meningkatnya bencana harus direspons dengan kesiapsiagaan bersama.
"Kita tidak bisa menunggu bencana datang baru bertindak. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampaknya,” tuturnya.
Artikel Terkait
BPBD Kota Sukabumi Sedang Proses Penetapan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi
Langganan Banjir Limpasan, BPBD Kota Sukabumi Monitoring Saluran-saluran Air
Sigap Bersihkan Puing- Puing, BPBD : Masyarakat Tetap Waspada
Kronologi Warga Cisarua yang Terseret Arus Banjir di Puncak Bogor, BPBD: Korban Hanyut Berasal dari Desa Citeko
BPBD Sukabumi Tinjau Lokasi Abrasi Sungai Cipalabuan, Siapkan Langkah Darurat Antisipasi Banjir