FAJARSUKABUMI - Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji menyebutkan, potensi stunting baru di tempatnya bertugas masih cukup tinggi. Bahkan, satu dari empat anak di Kota Sukabumi berisiko mengalami stunting.
"Stunting merupakan ancaman serius, dan saat ini potensi stunting baru di Kota Sukabumi masih cukup tinggi," ujarnya, Rabu 9 Oktober 2024.
Apalagi berdasarkan data dari Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Sukabumi terus meningkat. Bahkan, peningkatannya pun relatif tajam.
Baca Juga: Cegah Stunting, Pemkot Sukabumi Bentuk Kader Penting
"Dari 19,2 persen di 2022, menjadi 26,9 persen pada 2023. Angka ini melebihi rata-rata provinsi dan nasional," ucapnya.
Oleh karena itu, diperlukan intervensi konvergen, holistik, dan integratif yang melibatkan berbagai sektor. Hal tentu saja dengan memunculkan sejumlah inovasi untuk pencegahan stunting.
"Kami telah meluncurkan inovasi Pangan Lokal Sehat Bergizi Tinggi untuk Pencegahan New Stunting (Pasti Penting)," ungkapnya.
Baca Juga: Terapi Best Al Fath, Dipercaya Sembuhkan Berbagai Penyakit
Dirinnya berharap, inovasi tersebut mampu menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
"Melalui program ini, kami berharap dapat menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan gizi masyarakat, serta memperbaiki pola asuh. Kelompok sasaran kegiatan ini meliputi remaja, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-59 bulan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jadwal Terbaru SIM Keliling Polres Sukabumi Rabu, 9 Oktober 2024
Prakiraan Cuaca untuk Pulau Sumatra pada Rabu, 9 Oktober 2024 Waspada Hujan Petir
Terapi Best Al Fath, Dipercaya Sembuhkan Berbagai Penyakit
Gempa Berkekuatan 4,9 Magnitudo Terasa di Banten
Cegah Stunting, Pemkot Sukabumi Bentuk Kader Penting