FAJARSUKABUMI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur turut mewaspadai potensi kerawanan pohon tumbang. Pasalnya, akhir-akhir ini sering terjadi angin kencang.
Kepala DLH Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengatakan sejak memasuki musim hujan, potensi kerawanan pohon tumbang cenderung meningkat. Sebab, intensitas curah hujan kadang disertai angin kencang.
"Tentu, kami ikut mewaspadai potensi itu. Kami lakukan pengecekan kondisi pepohonan yang berada di kakija (kanan kiri jalan). Kalau ada yang rawan tumbang, kami lakukan pemangkasan," kata Komarudin, belum lama ini.
Baca Juga: Alun-alun Cianjur Bakal 'Disulap' Mirip Pelataran Masjid Nabawi di Madinah
Beberapa titik pepohonan yang diwaspadai rawan tumbang mayoritas berada di jalur arteri. Di antaranya di ruas Jalan KH Abdullah bin Nuh.
"Di ruas jalan itu (KH Abdullah bin Nuh) cukup banyak terdapat pepohonan. Kami rutin memantau perkembangannya untuk mengantisipasi kerawanan pohon tumbang," ujar dia.
Pun saat ini, kata Komarudin, upaya pemantauan dan pengecekan pepohonan terus dilakukan. Meskipun beberapa hari terakhir tak turun hujan, tetapi hembusan angin relatif cukup kencang.
Baca Juga: Lima Orang Meninggal Dunia akibat Kebakaran di Cianjur Sepanjang 2024
"Angin memang cukup kencang akhir-akhir ini. Kondisi ini kita khawatirkan bisa memicu kerawanan," sebutnya.
Dia mengaku menyiagakan personel di lapangan jiwa sewaktu-waktu terjadi pohon tumbang. Personel sudah dilengkapi berbagai perlengkapan penanganannya.
"Kalau terjadi pohon tumbang kami berkoordinasi dengan Dinas PUTR dan BPBD. Personel di lapangan akan bergabung dengan petugas dari dinas teknis lainnya melakukan penanganan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Ciletuh Berzikir Ajang Refleksi Tahun Baru 2025 Lebih Baik
Diskon 50% Token Listrik PLN: Cara Hemat dan Maksimalkan Manfaatnya
Hadiri HAB ke 79, Pj Wali Kota Berbicara Toleransi
Alun-alun Cianjur Bakal 'Disulap' Mirip Pelataran Masjid Nabawi di Madinah
Lima Orang Meninggal Dunia akibat Kebakaran di Cianjur Sepanjang 2024