FAJARSUKABUMI - Pemerintah telah memberikan lampu kuning mengenai pembelajaran selama bulan Ramadan.
Sebelumnya, ramai dibicarakan tentang libur Ramadan yang penuh pro-kontra.
Tapi faktanya, pemerintah mengungkap fakta dan hal lain.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo Bikin 40 Siswa Keracunan, Badan Gizi Ungkap Fakta Ini
Kebijakan ini bertujuan untuk menyesuaikan jadwal pembelajaran dengan semangat bulan suci tanpa mengurangi proses pendidikan bagi siswa.
Penyesuaian Jadwal Sekolah Selama Ramadan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak dianggap sebagai libur total.
"Jangan pakai kata libur. Tidak ada pernyataan libur Ramadan, (adanya) pembelajaran di bulan Ramadan. Kata kuncinya bukan libur Ramadan tapi pembelajaran di bulan Ramadan," ujar Mu'ti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 17 Januari 2025.
Baca Juga: Para Menteri Prabowo Kejar Pemerataan Makan Bergizi Gratis: Kami Ingin Melayani Lebih Banyak Lagi
Saat ini, mekanisme pembelajaran selama Ramadan tengah dirancang oleh pemerintah, melibatkan sejumlah kementerian terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri.
"Sudah kita bahas lintas kementerian. Sudah ada kesepakatan bersama," tambah Mu'ti.
Sejarah Belajar di Rumah Saat Ramadan
Kebijakan belajar di rumah selama Ramadan sebenarnya telah ada sejak era kolonial Hindia Belanda pada 1930.
Artikel Terkait
Jeon Yeo-been Main di Film Horor Dark Nuns Berkat Song Hye-kyo, Langsung Ditawari Peran Setelah Baca Naskahnya
Para Menteri Prabowo Kejar Pemerataan Makan Bergizi Gratis: Kami Ingin Melayani Lebih Banyak Lagi
Hasil Pertandingan 8 Besar Elite Pro Academy U18, Persija Jakarta Tumbangkan Persib Bandung
Truk Bermuatan Minuman Terguling di Lokasi Longsor Cimapag Simpenan
Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo Bikin 40 Siswa Keracunan, Badan Gizi Ungkap Fakta Ini