Sebagai salah satu badan PBB, WHO selama ini bergantung pada kontribusi keuangan Washington, yang merupakan donatur terbesar organisasi tersebut.
Tidak hanya keluar dari WHO, Trump juga mengambil langkah serupa dengan menarik AS dari Perjanjian Iklim Paris.
Hal ini menguatkan dugaan para pengamat bahwa pemerintahan Trump akan lebih memprioritaskan isu ekonomi dibandingkan dengan krisis iklim.
Tanggapan WHO atas Keputusan AS
Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan keberatan atas keputusan Trump.
Dalam keterangan resmi, WHO menyesalkan penarikan diri Amerika Serikat, mengingat peran besar AS dalam mendukung upaya kesehatan global.
“WHO memainkan peran penting dalam melindungi kesehatan dan keamanan masyarakat dunia, termasuk warga Amerika, terutama dalam merespons keadaan darurat kesehatan seperti wabah penyakit,” tulis WHO dalam laman resminya, Selasa, 21 Januari 2025.
WHO juga mengingatkan bahwa AS adalah anggota pendiri organisasi tersebut sejak tahun 1948 dan telah berkontribusi signifikan selama lebih dari tujuh dekade.
Kerja sama antara WHO dan AS telah berhasil mengakhiri berbagai penyakit, seperti cacar, dan membawa polio ke ambang pemberantasan.
“Bersama-sama, WHO dan AS telah menyelamatkan banyak nyawa serta melindungi warga Amerika dan dunia dari ancaman kesehatan,” lanjut pernyataan tersebut.
WHO juga menyoroti upaya reformasi besar-besaran selama tujuh tahun terakhir yang dirancang untuk meningkatkan akuntabilitas, efektivitas biaya, dan dampak kerja organisasi di berbagai negara.
“Kami berharap Amerika Serikat akan mempertimbangkan kembali keputusannya dan terbuka untuk dialog konstruktif guna mempertahankan kemitraan dengan WHO. Ini demi kepentingan kesehatan dan kesejahteraan jutaan orang di seluruh dunia,” tutup pernyataan WHO.
Penegasan Sikap Trump
Langkah Trump menarik AS dari WHO mencerminkan sikap tegasnya terhadap badan-badan internasional yang dinilai tidak memberikan manfaat signifikan bagi negaranya.
Namun, keputusan ini juga menuai kritik luas, baik dari dalam maupun luar negeri, karena dianggap dapat melemahkan respons global terhadap ancaman kesehatan di masa depan.
Artikel Terkait
Prabowo Di Mata Donald Trump : Sosok Luar Biasa
Gaya ala Nazi Elon Musk di Pelantikan Donald Trump, Ternyata Pernah Minta Warga Jerman Pilih Partai Anti Imigran
Donald Trump akan Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Begini Respons Kemlu
Kemlu RI Akhirnya Beri Jawaban Rencana Donald Trump Pindahkan Warga Gaza ke Indonesia: Indonesia Tetap Tegas
Lanjutkan Trend Kemenangan, Persija Jakarta Berambisi Curi 3 Poin Penuh di Kandang Persis Solo