Edvin menjelaskan bahwa pesawat atau helikopter digunakan untuk membawa kedua zat tersebut ke dalam awan, lalu menaburkannya.
Proses ini akan memicu kondensasi sehingga awan bertambah besar dan mengandung lebih banyak uap air. Akhirnya, hujan akan turun di lokasi yang telah ditentukan.
Meski demikian, keberhasilan modifikasi cuaca sangat bergantung pada kondisi awan di atmosfer.
Perhitungan yang tepat diperlukan untuk memastikan modifikasi cuaca dapat berjalan dengan efektif.
Jika kondisi awan mendukung, hujan buatan bisa turun dalam waktu sekitar 30 menit setelah penyemaian.
"Hujan buatan ini juga dapat membantu mengurangi polusi udara," tambah Edvin.
Tetesan air hujan dapat meluruhkan partikel polutan yang ada di atmosfer.
Meskipun hujan alami lebih efektif dalam membersihkan udara, di tengah musim kemarau, hujan buatan menjadi alternatif yang dapat membantu mengurangi tingkat polusi di Jabodetabek.
"Hujan buatan bisa dilakukan berkali-kali, tergantung dari situasi meteorologisnya. Diperlukan kerja sama dengan BMKG serta perhitungan yang tepat," tutupnya.
Artikel Terkait
Langganan Banjir Limpasan, BPBD Kota Sukabumi Monitoring Saluran-saluran Air
Setelah Salju Pertama Sepanjang Sejarah, Kini Arab Saudi Dihantam Banjir Bandang, Waspada Hingga 4 Hari ke Depan
3 Fakta Terkini Banjir Bandang di Jateng, dari Puluhan Warga Grobogan Mengungsi hingga 23 Desa Wilayah Kendal Terendam!
Sistem Coretax Banjir Keluhan, Sri Mulyani: Kepada Wajib Pajak, Saya Mengucapkan Maaf
Banjir Bandang di Jalur Pantura Batang: 6 Laju Kereta Api Terganggu hingga Kata BMKG Soal Puncak Musim Hujan di Jateng