FAJARSUKABUMI - Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa wilayah Kota Sukabumi memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari banyaknya aliran sungai dan saluran irigasi yang melintasi kawasan perkotaan.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong kegiatan susur sungai dan irigasi sebagai bagian dari mitigasi bencana, terutama di tengah cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
Baca Juga: Luapan Sungai Cidadap Hanyutkan 16 Rumah di Simpenan Sukabumi, Warga Mengungsi
Menurut Bobby, susur sungai dan irigasi merupakan langkah strategis untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.
Mulai dari mendeteksi potensi sumbatan, pendangkalan, hingga kerusakan infrastruktur yang berpotensi memicu banjir dan longsor.
“Kegiatan susur sungai dan irigasi ini adalah langkah nyata dan strategis untuk mengidentifikasi kondisi fisik sungai dan saluran irigasi, sekaligus mendeteksi potensi masalah sejak dini,” ujar Bobby Maulana, Kamis 18 Desember 2025
Selain itu, kegiatan tersebut juga berfungsi untuk memetakan titik-titik rawan banjir dan longsor, sekaligus membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan dan daerah aliran sungai (DAS).
Baca Juga: Luapan Sungai Cidadap Robohkan Tiang Listrik, Kampung Babakan Peundeuy Kembali Gelap
Bobby menekankan bahwa mitigasi bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui perencanaan yang matang, terpadu, serta melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat kewilayahan, hingga masyarakat.
“Upaya mitigasi bencana harus dilakukan secara terencana dan melibatkan semua pihak. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa mitigasi bencana merupakan investasi jangka panjang. Upaya pencegahan yang dilakukan sejak dini diyakini mampu meminimalisir risiko dan kerugian yang lebih besar di masa mendatang.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp17.000, Buyback Tembus Rp2,34 Juta per Gram
“Pencegahan hari ini adalah perlindungan untuk masa depan. Hasil susur sungai dan irigasi ini akan kami tindak lanjuti dengan langkah teknis dan kebijakan yang konkret,” pungkasnya.