Selasa, 21 April 2026

GaroSero Klaim Informan yang Memiliki Rekaman Pengakuan Kim Sae-ron Diserang dan Ditikam di Amerika, Sebut FBI Turun Tangan untuk Penyelidikan

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Kamis, 8 Mei 2025 | 09:50 WIB
Potret GaroSero rilis rekaman suara mendiang Kim Sae-ron, sebut Kim Soo-hyun & klaim konspirasi kriminal, kini diselidiki FBI. (Foto Istimewa)
Potret GaroSero rilis rekaman suara mendiang Kim Sae-ron, sebut Kim Soo-hyun & klaim konspirasi kriminal, kini diselidiki FBI. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - GaroSero Research Institute dan perwakilan hukum keluarga mendiang Kim Sae-ron mengadakan konferensi pers mendadak.

Konferensi pers tersebut dilakukan di Gangnam-gu, Seoul pada Rabu, 7 Mei 2025.

Dalam konferensi pers itu dirilis rekaman audio yang diklaim merupakan suara mendiang Kim Sae-ron tengah membicarakan hubungannya dengan Kim Soo-hyun.

Baca Juga: Update Skandal Dugaan Pengadaan Satelit di Kemhan RI, Kejagung Bongkar Negara Rugi Rp353 Miliar

Rekaman audio Kim Sae-ron tersebut diklaim dilakukan pada 10 Januari 2025, berdurasi 1,5 jam dan berisi fakta kriminal tentang orang-orang yang menyiksanya.

Nama-nama yang disebutkan termasuk adalah aktor Kim Soo-hyun dan Youtuber Lee Jin-ho.

Rekaman itu diklaim dimiliki oleh seseorang yang tinggal di New Jersey, Amerika.

Baca Juga: Dugaan Pengadaan Satelit di Kemhan RI Jerat 3 Tersangka, Ada Purnawirawan TNI hingga CEO Navayo

Namun, menurut penuturan GaroSero, pemilik rekaman tersebut dikabarkan mendapatkan serangan dari orang tak dikenal.

“Rekaman itu dibuat dengan persetujuan mendiang Kim Sae-ron dan informan, berisi konten yang mengejutkan dan eksplisit,” kata pihak GaroSero.

“Informan yang memiliki rekaman itu diserang oleh dua orang tak dikenal yang berasal dari Korea dan Tiongkok pada tanggal 1 Mei lalu,” tambahnya.

Baca Juga: Buronan Dugaan Penganiayaan Nenek-nenek Ditangkap Anggota Polres Cianjur, Pelaku Terindikasi jadi Provokator

Karena serangan yang terjadi, kasus tersebut kini ditangani oleh FBI.

“Kasus ini sedang diselidiki oleh FBI dan bukan Kepolisian Negara Bagian New Jersey dan informan tersebut akan dinilai cacat, karena sebagian besar saraf di tangannya robek karena mereka juga ditikam sembilan kali di leher,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X