Selasa, 21 April 2026

Ramai Protes Sirene dan Strobo, TNI, Polri, hingga Istana Turun Tangan: Penggunaan Dibatasi, Pejabat Diminta Tertib

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Senin, 22 September 2025 | 09:00 WIB
Foto ilustrasi penggunaan sirene, strobo, dan rotator - TNI hingga Istana buka suara mengenai aksi ‘Stop Tot Tot Wuk Wuk’ di jalan.  ((pexels/pixabay))
Foto ilustrasi penggunaan sirene, strobo, dan rotator - TNI hingga Istana buka suara mengenai aksi ‘Stop Tot Tot Wuk Wuk’ di jalan. ((pexels/pixabay))

Ia menekankan bahwa sirene seharusnya hanya digunakan untuk kondisi darurat, seperti pengawalan ambulans atau kendaraan penanganan bencana.

 Dari Istana, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga memberikan tanggapan. Ia menyebut bahwa pejabat publik harus bijak dalam menggunakan fasilitas negara, termasuk dalam hal pengawalan di jalan raya.

 Memang ada Undang-Undang yang mengatur, tapi tetap harus memperhatikan kepatutan dan ketertiban masyarakat pengguna jalan lainnya,” kata Prasetyo

 Baca Juga: Pantai Cempakaratu Cikakak, Wisata Baru di Sukabumi dengan Nuansa Alami

Ia pun mencontohkan Presiden Prabowo Subianto yang kerap ikut antre di kemacetan jika tidak memiliki agenda mendesak. “Kalau lampu merah, beliau juga berhenti,” ujarnya.

Gelombang protes masyarakat terhadap sirene dan strobo yang digunakan sembarangan menunjukkan kuatnya dorongan publik terhadap penegakan etika dan aturan di jalan raya. Langkah cepat yang diambil TNI, Polri, dan Istana dinilai sebagai bentuk respons positif atas keresahan tersebut.

Meski demikian, publik kini menanti penerapan nyata di lapangan. Evaluasi, penindakan, serta edukasi terhadap para pengguna fasilitas pengawalan menjadi kunci untuk menciptakan ketertiban dan keadilan di jalan raya.

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X