Selasa, 21 April 2026

3 Poin Penting Pidato Perdana Dedi Mulyadi di Sertijab Gubernur Jabar, dari Pujian Khusus ke Bey Machmudin hingga Ambisi Tahun Perdana

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Jumat, 21 Februari 2025 | 21:30 WIB
Potret Gubernur Jawa Barat (Jabar) Terpilih Dedi Mulyadi (kiri). (Foto Instagram.com/@dedimulyadi71)
Potret Gubernur Jawa Barat (Jabar) Terpilih Dedi Mulyadi (kiri). (Foto Instagram.com/@dedimulyadi71)

Di sisi lain, Dedi juga menilai kejujuran Bey selaku pejabat pemerintahan Jabar sebagai teladan.

"Di saat orang hari ini mengalami krisis kejujuran, saya berani berkata bahwa Pak Bey adalah sosok pejabat yang sangat jujur," ungkap Dedi.

"Bukan hanya jujur dalam keuangan, tetapi juga jujur pada istrinya," tegasnya.

Selain melempar pujian kepada Bey sebagai pendahulunya, Dedi juga mengungkap target program prioritasnya agar dapat rampung pada satu tahun pertama di bawah kepemimpinannya.

Tahun Pertama Dedi Mulyadi di Jabar: Belanja Modal

Dedi menuturkan dalam kesempatan yang sama, keyakinannya terhadap kerangka kerja di tahun pertama dapat direalisasikan oleh pemerintahannya.

Pentolan anyar di Jabar itu menuturkan tahun-tahun pertama itu sebagai 'Belanja Modal Tahun'.

"Itu tercakup dalam kerangka kerja yang pertama di tahun 2025 dan tahun 2026 serta sisa setengah dari 2027, saya menyebutnya tahun belanja modal tahun," terang Dedi.

Belanja modal yang dimaksud olehnya, yakni berupa infrastruktur jalan di Jawa Barat hingga ruang kelas di bidang pendidikan.

"Jalan provinsi Jawa Barat harus selesai dalam waktu tahun 2025 sisanya 10 persen di 2026," sebut Dedi.

"Ruang kelas baru sebanyak 3.333 ruang kelas juga harus selesai pada tahun ini. Termasuk sekolah-sekolah yang hari ini tanah-tanahnya masih milik orang lain bangunannya, milik orang lain harus selesai pula pada tahun ini," tambahnya.

Dedi Mulyadi: Jabar Tak Boleh Terus Menerus 'Buang Uang'

Dalam kesempatan yang sama, Dedi menyoroti pemerintahan Jabar di bawah kepemimpinannya, tidak boleh 'menghamburkan' uang dan lebih berfokus untuk memberi manfaat kepada warga setempat.

"Provinsi Jawa Barat tidak boleh terus-terusan dalam setiap tahun membuang uang, membuang uang, membuang uang seolah-olah uang itu tiap tahun ada dan tugasnya menyerap," sebut Dedi.

"Menyerap bukan hanya angka yang diserap, bukan itu output, outcome, benefit (manfaat) yang harus dirasakan oleh publik. Enggak boleh begitu lagi," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X