FAJARSUKABUMI - Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan sejumlah kecamatan berstatus tanggap darurat bencana.
Hal itu berdasarkan Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 300.2.1/ Kep.189-BPBD/2025 tentang penetapan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sukabumi.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengatakan terdapat tiga kecamatan yang berstatus tanggap darurat. Hal itu meliputi Kecamatan Simpenan, Lengkong, dan Palabuhanratu.
"Penetapan status tanggap darurat bencana dalam rangka penanganan tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor," ujarnya.
Bahkan, penetapan status tanggap darurat bencana sendiri, atas pertimbangan kerusakan akibat bencana. Seperti rumah hingga infrastruktur vital.
"Bencana banjir dan tanah longsor pada Kamis Tanggal 6 Maret 2025 mengakibatkan kerusakan rumah,harta benda, lingkungan serta sarana infrastruktur vital seperti jalan, irigasi dan jembatan," ungkapnya.
Selain itu, penetapan status itu untuk mempercepat upaya-upaya penanganan keadaan darurat terkait. Sehingga mampu menghilangkan atau meminimalkan dampak bencana.
"Semua penanganan yang bersifat cepat, tepat, terpadu disesuaikan dengan standar dan prosedur penanganan pada masa tanggap darurat," bebernya
Di mana, selama masa tanggap darurat, pengerahan optimal oleh perangkat terkait. Mulai dari SDM, peralatan dan mobilisasi, logistik, hingga pemenuhan kebutuhan dasar.
Artikel Terkait
Hasil Pendataan, Ternyata Segini Jumlah Rumah Terdampak Bencana di Sukabumi
Korban Bencana Alam Sukabumi di Desa Citarik Palabuhanratu Mendapat Bantuan Sembako hingga Selimut
Ratusan Bencana Terjadi di Kota Sukabumi, Ini Paling Mendominasi
Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari untuk Longsor Pekalongan, Proses Pencarian Korban Hilang Masih Berlanjut, Ada Modifikasi Cuaca yang Dilakukan
Pemkot Bekasi Berikan Bantuan Senilai Rp200 Juta untuk Korban Bencana Kabupaten Sukabumi
Warning dari BMKG, Begini Tanda-tanda Awal Banjir Bandang dan Tanah Longsor, Antisipasi Potensi Bencana yang Memakan Korban
Beda Pernyataan dengan BMKG, Istana Bantah Pangkas Anggaran Mitigasi Bencana Hingga 50 Persen
Curah Hujan Meningkat, Potensi Bencana Hidrometeorologi di Cianjur Ikut Meningkat
Ingar Bencana Alam di Bogor, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Justru Soroti Masalah Alih Fungsi Lahan
Wapres Gibran Tinjau Lokasi Bencana di Sukabumi, Pemerintah Siapkan Langkah Cepat