Selasa, 21 April 2026

Menu MBG saat Ramadan Dinilai Minimalis, Kepala BGN Bahas Soal Kandungan Gizi

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Selasa, 11 Maret 2025 | 19:16 WIB
 (Foto Istimewa )
(Foto Istimewa )

FAJARSUKABUMI - Di tengah protes terkait menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan mengevaluasi dan meningkatkan kandungan gizi dalam makanan yang diberikan kepada anak-anak.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa beberapa daerah akan mendapatkan peningkatan nilai kalori dan protein dalam menu MBG, khususnya untuk daerah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan puasa.

"Ada beberapa yang akan diminta untuk menaikkan nilai kalori dan proteinnya," kata Dadan saat dihubungi pada Sabtu, 8 Maret 2025.

Baca Juga: Temukan Temuan Pemangkasan MBG, KPK Minta Pemerintah Perketat Pengawasan

Selain peningkatan gizi, BGN juga mewajibkan satuan pendidikan di berbagai daerah untuk menggelar buka puasa bersama.

Dalam acara ini, menu MBG akan kembali ke format normal, yakni dengan kandungan gizi yang lebih lengkap.

BGN sebelumnya telah mengubah menu MBG dari makanan berat seperti nasi dan lauk pauk menjadi makanan yang lebih tahan lama, seperti telur rebus, sereal instan, roti, dan kurma.

Baca Juga: Soal Pemeriksaan KPK Terkait Anggaran MBG yang Diubah Menjadi Rp8.000, BGN: Kalau Kelebihan akan Dikembalikan

Perubahan ini dilakukan untuk memastikan makanan tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka.

Selain itu, BGN juga melakukan inovasi dalam hal kemasan makanan selama Ramadan ini.

Penggunaan kantong sebagai kemasan baru diterapkan dalam distribusi MBG di sekolah-sekolah, dengan sistem pengembalian kantong untuk mengurangi sampah dan melatih kedisiplinan siswa.

Baca Juga: Menangis Haru Ingat Dibantu Raffi Bangun Usaha, Nunung: Dia yang Cari Tempat, Gak Minta Apa-apa

"Besoknya kantongnya harus dibawa kembali, ditukar dengan kantong yang isi sehingga tidak menimbulkan sampah," ujar Dadan.

Di beberapa daerah, seperti Banyuwangi, menu MBG yang sebelumnya berupa nasi dan lauk pauk diubah menjadi makanan kering seperti kurma, susu, telur, dan buah.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X