"Maka kami mendukung tuntutan potongan 10 persen dan bahkan kami menuntut potongan platform dihapuskan. Selain itu, harus ada kejelasan tarif penumpang, barang, dan makanan yang setara dan adil," ujarnya lagi.
SPAI juga menyatakan keberatan terhadap sistem prioritas order yang hanya menguntungkan sebagian pengemudi.
Mereka menyoroti program-program seperti GrabBike Hemat, slot dan aceng di Gojek, serta hub di ShopeeFood yang dinilai menciptakan diskriminasi.
Sistem serupa juga disebut berlaku di Maxim, Lalamove, InDrive, Deliveree, dan Borzo.
Tak hanya itu, SPAI mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, untuk segera membuat regulasi khusus yang bisa melindungi para pengemudi ojol.
Mereka berharap aturan ini dapat dimasukkan dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan yang telah tercantum dalam Prolegnas.*
Artikel Terkait
Babak Baru Kontroversi Lisa Mariana vs Ridwan Kamil, Sidang Perdana Gugatan Kasus Perdata Digelar Hari Ini
DQLab Mini Bootcamp Hadir sebagai Solusi Pendidikan Data untuk Mengatasi Kesenjangan Digital di Indonesia
PWI Kota Sukabumi Dukung Kongres Persatuan untuk Akhiri Dualisme Kepengurusan
Polres Cianjur Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis, Pelakunya Ayah dan Anak
Apa Boleh Kurban Satu Kambing Buat Satu Keluarga? Simak Penjelasannya dan Jangan Sampai Gak Tau
Bersaing Dengan Barcelona! Manchester United Siap Rebut Emiliano Martinez untuk Gantikan Onana
Biden Divonis Kanker Prostat, Trump Tunjukkan Sisi Lain: Kami Sedih Mendengarnya
Ramai-ramai Soal Aturan Batasan Diskon Ongkir, Begini Tanggapan Pos Indonesia