Selasa, 21 April 2026

Amarah China-Pakistan usai Gempuran Israel ke Wilayah Iran, Mengutuk Keras hingga Klaim Pelanggaran Berat

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 08:13 WIB
Potret Israel serang Teheran & Natanz, hancurkan fasilitas nuklir Iran. China & Pakistan kutuk keras pelanggaran itu. (Foto Istimewa )
Potret Israel serang Teheran & Natanz, hancurkan fasilitas nuklir Iran. China & Pakistan kutuk keras pelanggaran itu. (Foto Istimewa )

FAJARSUKABUMI - Serangan Israel ke Terehan dan Natanz telah menghancurkan fasilitas pengayaan senjata uranium atau nuklir di Iran, pada Jumat, 13 Juni 2025.

Setelah serangan itu, Iran pun sempat membalas serangan tersebut dengan meluncurkan 100 drone ke menuju wilayah Israel.

Namun, militer Israel (IDF) mengklaim telah berhasil mencegat drone-drone Iran sebelum sampai wilayah mereka.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak akan Merapat ke Aliansi Militer: Kita Ingin Hubungan Baik dengan Semua Negara

Terkini, China melontarkan kemarahan atas peristiwa militer Israel yang menggempur habis-habisan Teheran dan sejumlah wilayah lainnya di Iran.

Negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu secara tegas menyatakan, serangan Israel itu merupakan pelanggaran keras terhadap kedaulatan Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian menyampaikan pihaknya telah 'menolak pelanggaran' terhadap pelanggaran kedaulatan Iran usai serangan Israel.

Baca Juga: Heboh Penculikan 12 Aktivis Kemanusiaan di Kapal Bantuan Gaza yang Dibajak oleh Pasukan Militer Israel

"Pihak China sangat khawatir tentang konsekuensi besar atas tindakan tersebut," kata Lin Jian dikutip dari AFP pada Jumat, 13 Juni 2025.

"China menyerukan kepada semua pihak yang terlibat untuk bertindak mempromosikan perdamaian dan stabilitas serta menghindari eskalasi tensi," sambungnya.

Adapun, Negara sekutu China dan Iran, yakni Pakistan juga mengutuk serangan Israel ke Kota Teheran dan sejumlah wilayah di Iran.

Baca Juga: Yusril Tegas Bantah Isu Perundingan Rahasia RI-Israel Terkait OECD

"Mengutuk keras serangan Israel yang tidak dibenarkan ke Republik Islam Iran," kata Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dalam akun X @IshaqDar yang diposting pada Jumat, 13 Juni 2025.

Ishaq juga mengklaim, Pakistan yang tidak mengakui Israel berada dalam solidaritas dengan pemerintah dan rakyat Iran.***

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X