Selasa, 21 April 2026

Dianggap Tak Seperti Biasanya, Bahlil Soroti Kehadiran Prabowo di Peresmian Groundbreaking Proyek Baterai Listrik Terintegrasi

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Senin, 30 Juni 2025 | 16:28 WIB
Potret Prabowo resmikan groundbreaking proyek baterai listrik Rp95T di Karawang, jadi pemantik semangat Satgas setelah 3 tahun mandek. (Foto Istimewa)
Potret Prabowo resmikan groundbreaking proyek baterai listrik Rp95T di Karawang, jadi pemantik semangat Satgas setelah 3 tahun mandek. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - Groundbreaking proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL diresmikan oleh Presiden Prabowo.

Peresmian dilakukan dalam acara yang digelar di Kawasan Artha Industrial Hills, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Minggu, 29 Juni 2025.

Dalam acara tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberikan sambutan dan laporan mengenai jalannya proyek tersebut.

Baca Juga: Soal Proyek Baterai Listrik Terintegrasi, Bahlil Sebut Indonesia Unggul SDA dan China di Bagian Teknologi

Ia juga menyoroti kehadiran Presiden Prabowo di acara tersebut.

“Kami tahu dalam berbagai arahan bahwa Presiden biasanya tidak mau hadir di acara kalau cuma groundbreaking, biasanya itu meresmikan yang sudah jadi,” ujar Bahlil dari atas podium acara tersebut pada Minggu, 29 Juni 2025.

Bahlil lantas mengatakan kehadiran Prabowo ini juga menjadi pemantik semangat untuk para satgas.

Baca Juga: Sempat Disinggung Bahlil, Prabowo Beberkan Alasan Mau Hadiri Groundbreaking Proyek Baterai Listrik Terintegrasi: Ini Acara Bersejarah

“Mohon maaf Pak, untuk kali ini, kami memohon kiranya untuk Bapak datang untuk memberikan semangat pada Satgas Hilirisasi, Pak,” kata Bahlil.

“Jadi, kehadiran Bapak sangat kami ucapkan terima kasih sekali lagi, Bapak Presiden,” imbuhnya.

Di momen yang sama, Bahlil juga mengatakan bahwa arahan dari Prabowo membuat proyek ini akhirnya bisa berjalan.

Baca Juga: Menteri PU Dody Hanggodo akan lakukan evaluasi usai KPK OTT jajarannya di Sumut.

Ia membeberkan bahwa proyek dengan total nilai investasi mencapai Rp95,43 triliun itu sempat berhenti 3 tahun karena tidak ada keputusan jelasnya.

“Proyek ini Pak, kami sudah kerjakan 4 tahun, saya sama Pak Erick, sama Pak Tiko kemudian Danantara, ini negosiasinya Pak, alot,” terang Bahlil.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X