Selasa, 21 April 2026

Penjelasan Fadli Zon soal Kekerasan Mei 1998 Picu Isak Tangis Anggota DPR

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Jumat, 4 Juli 2025 | 16:37 WIB
Potret Fadli Zon menangis saat rapat Komisi X DPR RI memanas bahas pemerkosaan Mei 1998; Esti & Mercy emosional, kritik pernyataan Menbud RI. (Foto Istimewa)
Potret Fadli Zon menangis saat rapat Komisi X DPR RI memanas bahas pemerkosaan Mei 1998; Esti & Mercy emosional, kritik pernyataan Menbud RI. (Foto Istimewa)

Esti juga menilai, pernyataan Fadli terlalu teoritis dan kurang menunjukkan empati terhadap korban-korban kekerasan yang mengalami trauma mendalam akibat tragedi tersebut.

Fadli pun segera merespons interupsi itu. Menbud RI itu kembali menegaskan dirinya tidak pernah membantah terjadinya pemerkosaan, dan bahkan mengaku mengutuk keras kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk apa pun.

"Terjadi, Bu. Saya mengakui itu. Dalam penjelasan saya pun, saya tidak menampik bahwa peristiwa itu benar terjadi," tegasnya.

Dari sisi yang lain, giliran Mercy Barends yang juga ikut angkat bicara menanggapi penjelasan Fadli Zon.

Sembari menyeka air mata yang mulai mengalir, Mercy mengenang berbagai kasus kekerasan yang pernah ia tangani bersama Komnas HAM, termasuk pada masa penjajahan Jepang.

"Begitu banyak perempuan Indonesia menjadi korban pemerkosaan dan dijadikan budak kekerasan perang," terang Mercy.

"Saat itu, pemerintah Jepang bahkan mengakui dan bertanggung jawab. Mengapa kita, bangsa sendiri, justru begitu sulit mengakui kenyataan ini?" imbuhnya dengan nada getir.

Mercy mengaku mengalami tekanan psikis luar biasa ketika menangani kasus-kasus tersebut, seraya menilai satu kasus kekerasan sudah sangat menyakitkan, apalagi jika jumlahnya lebih dari satu.

"Tiga hari kami tidak tidur, tidak bisa makan. Terlalu kejam. Kalau Bapak baca dokumennya, Bapak akan paham betapa keji perlakuan itu," terangnya.

Menanggapi tangisan dan pernyataan dari My Esti dan Mercy, Fadli Zon tampak meminta maaf perihal pernyataannya yang terkesan tidak peka terhadap korban.

Menbud RI itu memastikan, dirinya berdiri dalam posisi yang sama dalam mengecam kekerasan terhadap perempuan.

"Saya minta maaf kalau pernyataan saya dianggap insensitif. Tapi saya ingin tegaskan, saya mengutuk dan mengecam seluruh bentuk kekerasan terhadap perempuan," tukas Fadli Zon.*

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X