FAJARSUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Jadi ke-155 tahun 2025 melalui Rapat Paripurna DPRD di Ruang Sidang Utama, Rabu (10/9/2025). Acara sakral ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, Bupati Sukabumi didampingi Wakil Bupati, Wali Kota Sukabumi, unsur Forkopimda, Forkopimcam, hingga perwakilan masyarakat.
Paripurna diawali dengan pembacaan sejarah Kabupaten Sukabumi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Boyke Martadinata.
Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, dalam pidatonya menekankan pentingnya pembangunan berbasis ekologi. Ia mendorong Sukabumi melakukan reboisasi bambu, yang dinilainya sebagai potensi besar untuk konstruksi ramah lingkungan sekaligus branding arsitektur daerah.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Lantik 48 ASN dan Anugerahkan Satyalancana Karya Satya di Hari Jadi ke-155
"Jangan hanya terpaku pada kayu. Sukabumi bisa menjadi pusat desain berbahan bambu. Infrastruktur jalan, air bersih, tata ruang, hingga kawasan pantai harus dibangun dengan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.
Selain itu, Sukabumi disebut memiliki peluang besar dalam industri kopi bersama Cianjur yang sudah dikenal sebagai penghasil kopi berkualitas. Menurutnya, pembangunan harus menempatkan alam sebagai bagian dari kehidupan.
"Mengurus alam bukan berarti melarat, justru menjadi jalan menuju kesejahteraan," katanya.
Baca Juga: Maulid Nabi di Cikakak, Wabup Sukabumi Ajak Ulama dan Umara Bersatu Bangun Daerah
Gubernur berharap, momentum HUT ke-155 ini bisa menjadi titik tolak bagi Sukabumi untuk meneguhkan diri sebagai daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga lestari secara lingkungan, serta berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi, Asep Japar menyoroti berbagai capaian pembangunan. Sejumlah program prioritas telah digulirkan, di antaranya beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an, layanan kesehatan gratis, pemberdayaan pemuda dan perempuan, penguatan UMKM, pembangunan rumah layak huni, serta peningkatan infrastruktur strategis.
Kebanggaan juga hadir dari sektor pariwisata. Geopark Ciletuh Palabuhanratu kembali mempertahankan status Green Card UNESCO Global Geopark, yang menjadi pengakuan dunia atas upaya konservasi dan pengembangan wisata berkelanjutan.
Baca Juga: Event Sukabumi Ngabumi HJKS 2025 Ditunda, Potensi Ekonomi Warga Ikut Tertahan
"Semua capaian ini bukan hasil kerja pribadi, melainkan buah kebersamaan antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menjelaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat kolaborasi pembangunan.
Tema yang diusung, Tandang Sukabumi keur Jabar Istimewa nu Mubarakah, mencerminkan semangat Sukabumi menatap masa depan lebih sejahtera di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pariwisata.
Artikel Terkait
Momen HJKS, 155 Anak Dikhitan
Festival Kopi hingga Touring Ngabumi, Sukabumi Matangkan Agenda HJKS ke-155
Event Sukabumi Ngabumi HJKS 2025 Ditunda, Potensi Ekonomi Warga Ikut Tertahan
Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Pertahankan Status UNESCO Global Geopark dengan Predikat Green Card
Bupati Sukabumi Lantik 48 ASN dan Anugerahkan Satyalancana Karya Satya di Hari Jadi ke-155