FAJARSUKABUMI - Pemerintah Kota Sukabumi menekankan pentingnya standar tinggi dan pengawasan ketat terhadap penyajian serta keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyebut kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG harus benar-benar layak konsumsi dan higienis, karena menyangkut langsung metabolisme dan tumbuh kembang anak-anak.
“Program makan bergizi ini berhubungan langsung dengan metabolisme tubuh, sehingga kualitas makanan harus benar-benar layak dan higienis. Jangan asal kenyang,” ujarnya,belum lama ini.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Siapkan Lahan 7 Hektare, Ternyata Untuk Ini
Menurut Bobby, Program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Karena itu, pelaksanaannya harus mengikuti standar terbaik, baik dari sisi penyusunan menu, pengolahan makanan, hingga distribusi kepada anak-anak.
Ia menambahkan, peran pengawasan dari semua pihak sangat penting untuk memastikan program berjalan sesuai harapan.
Baca Juga: Desa Langensari Tunjukkan Kemajuan di Berbagai Sektor, Dorong Pengembangan Potensi Lokal
“Kami ingin anak-anak menerima makanan sehat, bergizi, dan aman. Ini bukan soal bantuan makanan, tapi soal masa depan generasi,” katanya.
Bobby juga menyampaikan apresiasi atas kinerja para pengelola SPPG dan menyebut fasilitas di lapangan sudah cukup memadai.
"Semoga program MBG di Sukabumi bisa menjadi contoh pelaksanaan terbaik di tingkat nasional," harapnya.
Artikel Terkait
Sarankan Pakai Produk Lokal, DPR Minta BGN Hentikan Impor Tempat Makan MBG dari China
Bandingkan dengan Menu MBG, Kepala BGN Klaim 60 Persen Anak Indonesia Sulit Mendapat Makan Gizi Seimbang dan Tak Mampu Beli Susu
MBG Sudah Sampai Ke Cidadap, Begini Pesan Sekda Sukabumi
Dicecar DPR soal MBG di Daerah Kepulauan dan Terpencil, Kepala BGN Ungkap Pelaksanaan Tidak akan Dilakukan oleh Mitra
DPR Pertanyakan Aturan BGN yang Wajibkan Surat Izin saat akan Pantau Dapur MBG: Fungsi Pengawasan Tak Harus Ada Surat
Kasus Keracunan MBG yang Terus Berulang: Jawaban Konsisten Kepala BGN hingga Bentuk Tim Investigasi Keamanan Pangan
Insentif Rp100 Ribu ke Guru Penanggung Jawab, Tambah Daftar Titip-titip Honor yang Dinilai demi Hindari Distribusi MBG Macet
BGN dan BPOM Beberkan Hasil Investigasi Penyebab Keracunan MBG, SPPG Tak Patuh SOP Diklaim Jadi Biangg Keladi
Bertemu Kepala BGN, Luhut Binsar Pandjaitan Ingatkan Menkeu Purbaya soal Anggaran MBG: Tidak Perlu Ambil yang Tak Terserap
Di Tengah Desakan untuk Berhenti, Ketua DEN hingga DPR RI Masih Bertekad Lanjutkan Program MBG