Selasa, 21 April 2026

Perbedaan Sudut Pandang Melihat Kasus Penembakan WNI di Malaysia, PM Anwar Ibrahim Berharap Tak Berpengaruh pada Hubungan dengan Indonesia

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Rabu, 5 Februari 2025 | 07:50 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim merespon penembakan WNI dan permintaan Presiden Prabowo (Foto Instagram.com/kemensetneg.ri)
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim merespon penembakan WNI dan permintaan Presiden Prabowo (Foto Instagram.com/kemensetneg.ri)

Respon Perdana Menteri Anwar Ibrahim, berharap hubungan Indonesia dan Malaysia tetap kuat

Perdana Menteri Anwar Ibrahim meyakinkan bahwa pemerintah akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan menegakkan supremasi hukum.

Sambil berharap jika hubungan kuat Malaysia dan Indonesia tidak akan terpengaruh karena insiden tersebut.

Anwar Ibrahim juga menyadari jika dalam memandang kasus ini, ada dua sudut pandang yang berbeda dari masing-masing negara.

“Insiden tersebut bermula dari tudingan bahwa warga negara Indonesia dianiaya oleh pihak berwenang Malaysia sehingga mengakibatkan satu orang tewas dan empat orang luka-luka,” kata Anwar Ibrahim saat berpidato di acara acara minum teh Tahun Baru Imlek di SJK (C) Chong Wha Kanthan Baru pada Jumat, 31 Januari 2025.

“Media lokal di sini memberitakan bahwa ini terkait dengan sindikat penyelundupan ilegal, sedangkan di Indonesia, tindakan kami digambarkan melanggar hukum dan tidak manusiawi,” imbuhnya.

Anwar Ibrahim juga mendesak Indonesia untuk mengatasi kekhawatiran yang berkembang mengenai penyelundupan obat-obatan terlarang dan barang ilegal ke Malaysia.

Selain itu juga masalah terkait perdagangan manusia dan penyeberangan perbatasan tanpa izin.

Respon Anwar Ibrahim pada pernyataan Presiden Prabowo tentang penyelidikan yang transparan

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menanggapi tentang permintaan Presiden Prabowo kepada Malaysia untuk melakukan penyelidikan secara transparan.

“Saya mengetahui pernyataan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang juga meminta pengusutan menyeluruh,” ujarnya.

“Indonesia adalah teman kami, dan saya jamin penyelidikan ini akan transparan dan menyeluruh. Tidak akan ada yang ditutup-tutupi,” imbuhnya.

Laporan awal penyidikan, menurut Anwar Ibrahim akan diserahkan kepada KBRI untuk segera ditinjau.

Presiden Prabowo sempat mengungkapkan harapannya agar proses investigasi dapat dilakukan secara menyeluruh oleh pihak berwenang setempat.

“Iya, itu sedang kita tentunya berharap ada investigasi,” kata Presiden Prabowo di The Tribrata, Jakarta usai memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan TNI Polri Tahun 2025 pada Kamis, 30 Januari 2025.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X