Selasa, 21 April 2026

Pesan Presiden Prabowo untuk Jajarannya di Kabinet Merah Putih yang Masih Dablek: Siapa yang Tidak Patuh, Saya akan Tindak

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Jumat, 7 Februari 2025 | 15:04 WIB
Presiden Prabowo ungkap akan tindak tegas menteri yang masih tak ikuti aturan pemerintahannya. (Foto Instagram/prabowo)
Presiden Prabowo ungkap akan tindak tegas menteri yang masih tak ikuti aturan pemerintahannya. (Foto Instagram/prabowo)

FAJARSUKABUMI - Isu reshuffle kembali ramai jadi perbincangan usai pidato Presiden Prabowo saat menghadiri Harlah Nahdlatul Ulama ke-102 di Istora Senayan, Jakarta pada Rabu, 5 Februari 2025.

Dalam pidatonya itu, Presiden Prabowo mengatakan keinginannya mewujudkan pemerintahan yang bersih.

Baik itu dari segala tindakan penyelewengan dan korupsi.

Baca Juga: 100 Hari Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Ingin Pemerintahan yang Bersih dari Penyelewengan dan Korupsi: Kami Tahu Ada Perlawanan tapi Kami Yakin

Selain tentang keinginannya membuat pemerintahan yang bersih, Presiden Prabowo juga menyinggung kinerja jajarannya di Kabinet Merah Putih.

Presiden Prabowo dengan tegas menyatakan dalam 100 Hari Kabinet Merah Putih akan menindak siapa yang tak mengikuti arahannya.

Wujudkan pemerintahan yang bebas korupsi

“Saya ajak semua rekan-rekan saya dalam pemerintahan, dalam Kabinet Merah Putih, saya mengajak mereka kita harus berani mengoreksi diri,” kata Presiden Prabowo.

Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Mekanisme Harga Gas LPG 3 Kg dari Agen Hingga Pengecer: Rp19.000 Itu Sudah Mahal

“Berani membangun suatu pemerintahan ke depan yang bersih, pemerintah yang bebas dari penyelewengan dan dari korupsi, itu tekad kami,” imbuhnya.

"Saya pernah menyampaikan, seluruh aparat, seluruh institusi, bersihkan dirimu, sebelum kau dibersihkan," tambahnya.

Dalam perjalanannya, Presiden Prabowo menyadari jika ada tantangan dan perlawanan yang diberikan.

Baca Juga: Geliat AS Relokasi Warga Gaza Tuai Kontroversi: 3 Negara Ini Tolak Gagasan Trump-Netanyahu, dari China hingga Indonesia

Namun, menurutnya itu bukan masalah karena semuanya dilakukan untuk kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X