Selasa, 21 April 2026

Mengintip Dampak Pemotongan Anggaran Rp1,4 Triliun di BMKG, Informasi Peringatan Dini Hingga Keselamatan Transportasi Udara dan Laut Jadi Taruhan

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Selasa, 11 Februari 2025 | 17:30 WIB
BMKG mengajukan dispensasi atas pemotongan anggaran (Foto bmkg.go.id)
BMKG mengajukan dispensasi atas pemotongan anggaran (Foto bmkg.go.id)

Dalam keterangannya, akan ada jarak yang cukup signifikan dalam waktu menyebarkan informasi peringatan dini tersebut.

“Ketepatan akurasi informasi cuaca, iklim, gempabumi dan tsunami menurun dari 90 persen menjadi 60 persen,” kata Muslihhuddin.

“Kecepatan informasi peringatan dini tsunami dari 3 menit turun menjadi 5 menit atau lebih dan jangkauan penyebarluasan informasi gempa bumi dan tsunami menurun 70 persen,” imbuhnya.

Pemotongan anggaran BMKG bisa mempengaruhi keselamatan rakyat di banyak lini

Untuk jangka panjangnya, Muslihhuddin juga mengungkapkan adanya kemungkinan dampak di banyak lini.

Ilmu tentang iklim dan tektonik di Indonesia bisa terganggu karena terhentinya modernisasi sistem juga peralatan yang dimiliki oleh Indonesia.

Dalam bidang transportasi, khususnya laut dan udara juga akan terpengaruh karena kedua transportasi tersebut membutuhkan data tentang perkiraan cuaca.

Akibatnya, keinginan untuk menjamin keselamatan transportasi udara dan laut hingga akurasi menyentuh angka 100 persen akan sulit untuk terwujud.

Layanan ketahanan pangan, energi, dan air juga akan terganggu karena layanan pembangunan yang memiliki ketahanan iklim dan bencana juga terganggu.

Peringatan dini tsunami di wilayah Samudera Hindia dan ASEAN yang biasanya didapat dari BMKG, akses informasinya juga akan terganggu.

BMKG mengajukan dispensasi atas pemotongan anggaran

Muslihhuddin mengatakan jika BMKG mendukung efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.

Namun BMKG sendiri juga tengah berusaha untuk mengajukan permohonan dispensasi atas pemotongan anggaran ini.

Persoalan mitigasi bencana di Indonesia merupakan hal yang harus dilakukan dan tidak bisa diabaikan, mengingat hal ini menyangkut keselamatan rakyat.

“Oleh karena itu perlu adanya dukungan yang berfungsi secara maksimal dalam membangun masyarakat yang tahan bencana,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X