Selasa, 21 April 2026

SMK dan Pendidikan Vokasi Terancam, Anggaran yang Kena Efisiensi Menangkas Berbagai Pelatihan Penting

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Senin, 17 Februari 2025 | 08:00 WIB
Pelajar SMK di Indonesia saat ajang WorldSkill Competition 2024 lalu.  (Foto instagram.com/kamivokasi)
Pelajar SMK di Indonesia saat ajang WorldSkill Competition 2024 lalu. (Foto instagram.com/kamivokasi)

FAJARSUKABUMI- Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus menjadi salah satu yang terdampak signifikan akibat efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menggambarkan kondisi ini dengan kata 'sangat tertekan'.

"Vokasi memang sangat tertekan sekali," ujar Suharti dalam Rapat Kerja bersama Komisi X, seperti dikutip dari tayangan YouTube TVR Parlemen, Jumat 14 Februari 2025.

Baca Juga: Mendikdasmen Libatkan Sekolah Swasta dalam SPMB, Sebut Daya Tampung Sekolah Negeri Jadi Salah Satu Pertimbangan

Efisiensi Anggaran pada SMK dan Pendidikan Vokasi

Dalam rapat tersebut, Suharti mengungkapkan bahwa Ditjen Vokasi sebelumnya memiliki anggaran sebesar Rp1,927 triliun.

Namun, dengan adanya pemangkasan, jumlahnya berkurang hingga Rp1,408 triliun, menyisakan lebih dari Rp519 miliar saja.

Baca Juga: SPMB 2025 Prioritaskan Pengurus OSIS dan Pramuka Lewat Jalur Prestasi, Ini Penjelasan Mendikdasmen

Salah satu program yang terdampak cukup besar adalah Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, yang anggarannya merosot dari Rp1,195 triliun menjadi hanya Rp132,4 miliar.

Dana ini akan dialokasikan untuk delapan program, termasuk SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK).

"SMK-PK itu baru bisa menyediakan Rp15 miliar turun dari Rp528 miliar tahun yang lalu," ungkap Suharti.

Baca Juga: Viral Siswa Tidur Siang di Sekolah, Mendikdasmen Ungkap Itu Kebijakan Sekolah: Itu Bagus

Beberapa program pendidikan dan pelatihan vokasi yang mengalami efisiensi meliputi:
Sertifikasi kompetensi siswa SMK dan magang luar negeri
Target awal: 100.750 orang
Anggaran awal: Rp65,036 miliar
Blokir efisiensi: Rp65,036 miliar
Target baru: Dihilangkan
Pengembangan SMK Pusat Keunggulan
Target awal: 1.178 SMK
Anggaran awal: Rp528,678 miliar
Blokir efisiensi: Rp513,678 miliar
Target baru: 15 SMK
Anggaran baru: Rp15 miliar
Pengembangan Teaching Factory di SMK
Target awal: 450 SMK
Anggaran awal: Rp156,831 miliar
Blokir efisiensi: Rp102,686 miliar
Target baru: 184 SMK
Anggaran baru: Rp39,145 miliar
Peningkatan Kualitas SMK non PK
Target awal: 312 SMK
Anggaran awal: Rp74,637 miliar
Blokir efisiensi: Rp59,637 miliar
Target baru: 63 SMK
Anggaran baru: Rp15 miliar
Pembinaan Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)
Target awal: 192 lembaga
Anggaran awal: Rp40,446 miliar
Blokir efisiensi: Rp40,446 miliar
Target baru: Dihilangkan
Pembinaan Kursus dan Pelatihan (PKK dan PKW)
Target awal: 2.000 orang/19.699 lembaga
Anggaran awal: Rp127,665 miliar
Blokir efisiensi: Rp88,555 miliar
Target baru: 224 orang/6.400 lembaga
Anggaran baru: Rp39,110 miliar
Pendidikan dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi
Target awal: 10.214 orang
Anggaran awal: Rp154,080 miliar
Blokir efisiensi: Rp131,768 miliar
Target baru: 1.421 orang
Anggaran baru: Rp22,312 miliar
Penjaminan Mutu dan Peningkatan Kapasitas Balai Vokasi
Target awal: 7 lembaga
Anggaran awal: Rp48,415 miliar
Blokir efisiensi: Rp46,572 miliar
Target baru: 7 lembaga
Anggaran baru: Rp1,842 miliar
Langkah Kemendikdasmen
Suharti menekankan bahwa Kemendikdasmen akan berupaya memastikan pemilihan sasaran dilakukan dengan tepat, meskipun efisiensi anggaran berdampak luas.
Hal ini mendapat perhatian dari anggota Komisi X DPR RI.
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah, menyoroti pentingnya pendidikan vokasi karena berperan dalam membekali lulusan dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan.
"Pendidikan vokasi itu penting untuk mendapat perhatian, karenanya memang harus dicermati dengan luar biasa," ucap Hanifa.
"Mereka perlu keterampilan yang dipakai untuk di masa depan untuk membuat mereka mandiri dan tidak menjadi beban negara. Berarti kan harus ada keterampilan yang diberikan," tambahnya.
Namun, beberapa program penting justru mengalami pemangkasan, seperti pendidikan dan pelatihan bagi pendidik vokasi serta sertifikasi kompetensi siswa SMK yang bahkan dihapus.
"Dukungan terhadap program prioritas seperti bimtek, sosialisasi, peningkatan kapasitas termasuk monev kami kurangi sangat banyak sebagai arahan Bapak Presiden untuk mengurangi kegiatan-kegiatan tersebut," jelas Suharti.
"Apalagi dicantumkan juga perjadin (perjalanan dinas) harus dikurangi bahkan kurang dari 50%. Jadi memang sangat berat," imbuhnya lagi.
Kerja Sama Kemnaker
Sebagai langkah alternatif, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk memfasilitasi pelatihan bagi guru dan siswa SMK di Balai Latihan Kerja (BLK).
"Untuk vokasi kami sampaikan bahwa kami sudah ada pembicaraan dengan Menteri Tenaga Kerja untuk nanti pelatihan-pelatihan guru SMK itu diselenggarakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Tenaga Kerja," jelas Mu'ti.
Siswa SMK yang mengikuti pelatihan di BLK Kemnaker nantinya akan memperoleh sertifikat yang bisa dijadikan modal dalam mencari pekerjaan.
"Dalam pelatihan itu nanti para siswa SMK bisa mendapatkan sertifikat yang memungkinkan mereka untuk dapat bekerja di sektor-sektor industri sesuai dengan sertifikat yang mereka ikuti (miliki)," pungkas Mu'ti.
Upaya Mengatasi Dampak Efisiensi
Untuk mengatasi dampak efisiensi anggaran, Kemendikdasmen merancang beberapa langkah mitigasi, antara lain:
Mengubah skema pelaksanaan kegiatan menjadi daring.
Mengusulkan pembukaan blokir atau penambahan anggaran untuk program prioritas agar target tetap tercapai.
Mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp19,7 triliun.
Mengusulkan pembiayaan revitalisasi satuan pendidikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum.
Menyesuaikan mekanisme kerja pegawai guna meningkatkan efisiensi.

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X