FAJARSUKABUMI - Pemerintah Kota Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kemiskinan melalui program rutin Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah (12 PAS).
Program ini menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus bentuk kehadiran langsung pemerintah di tengah warga yang membutuhkan.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, bahwa program 12 PAS tidak sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga sarana untuk melihat langsung kondisi riil masyarakat.
Baca Juga: Kita dan Vrindavan
“Melalui program Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar keluhan warga, serta memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya
Dalam pelaksanaannya, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota dan jajaran perangkat daerah mengunjungi 15 titik di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Cikole, Selabatu, dan Kebonjati, dengan masing-masing kelurahan terdapat lima titik kunjungan.
Setiap titik menyasar warga yang kondisinya dinilai sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah.
Baca Juga: Dua Hari Terjadi 5 Kejadian Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Sukabumi
Menurut Wali Kota, pendekatan langsung seperti ini penting agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami tidak ingin hanya menerima laporan di atas meja. Dengan turun langsung, kami bisa melihat kondisi warga secara nyata, termasuk rumah tidak layak huni yang masih banyak ditemui,” katanya.
Selain menyerahkan bantuan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga menyempatkan diri meninjau sejumlah rumah tidak layak huni (rutilahu).
Baca Juga: Raih Kemenangan Atas PSM Makassar, Borneo FC Ambil Alih Kembali Puncak Klasemen dari Persib Bandung
Hasil peninjauan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan program lanjutan yang lebih terintegrasi.