Nico menyoroti, meskipun banyak negara berencana datang kepada Trump namun beberapa negara justru berdiri dengan teguh melawan Trump.
Salah satunya, China yang menyatakan siap berperang ketika AS menginginkannya.
Nico menilai respon China menjadi sebuah tekanan bagi pelaku pasar dan investor, pasalnya China akan mengenakan tarif sebesar 34 persen untuk semua impor AS mulai 10 April 2025 mendatang.
Kebijakan tersebut dinilai setara dengan tarif resiprokal yang diberikan Trump untuk China. Di sisi lain, tiga negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan juga bersatu untuk memperdalam hubungan ekonomi melalui perdagangan bebas.
"Meskipun belum ada kesepakatan, namun pertemuan tersebut menunjukkan perasaan yang sama terhadap situasi dan kondisi yang ada saat ini, untuk menghadapi dampak dari kebijakan Trump," tungkas Nico.
Artikel Terkait
Akibat Faktor Ekonomi, Dua Gadis di Sukabumi Diamankan Polisi
UMKM Dianggap Penggerak Ekonomi, Ini Langkah Konkret Kota Sukabumi
Bicara di APEC CEO Summit 2024, Prabowo : Masa Depan Ekonomi Kawasan Pasifik Cerah
Ini Tiga Implementasi Komitmen SCG Mewujudkan Ekonomi Hijau
Pj Sekda Kota Sukabumi Dorong Kehalalan Kuliner untuk Majukan Ekonomi
Prabowo Perintahkan Bahan Baku Makan Bergizi Gratis Bersumber dari Desa untuk Gerakkan Ekonomi
Prabowo Ajak Kadin Jaga Persatuan dan Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 8%
GERAK Gelar “Ngopi Senja” Menakar Kontribusi APBD Jakarta dalam Penguatan Ekonomi Masyarakat
Prabowo Paparkan 8 Kebijakan Pendorong Pertumbuhan Ekonomi di Q1 2025, Makan Bergizi Gratis hingga THR dan Bansos
Bantah Isu Sri Mulyani Lepas Jabatan di Tengah Anjloknya IHSG, Sufmi Dasco: Tidak akan Mundur
Jawab Soal IHSG Anjlok, Menteri UMKM Pastikan Bukan Imbas dari Program Hapus Utang di Bank BUMN
Potensi Panas Bumi di Cipanas Dukung Kebutuhan Energi dan Buka Peluang Ekonomi Baru
IHSG Bursa Efek Indonesia Dibuka pada Selasa, 8 April 2025: Melemah 9,16 Persen