“Dengan adanya UMKM yang sangat luar biasa ini, sudah tentu membantu perekonomian masyarakat itu sendiri,” kata Heri.
Ia menyebut, UMKM yang tumbuh dan berkembang secara organik dari masyarakat, jika diberi pembinaan dan akses pasar, dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan di tingkat lokal.
Sebagai camat, Heri berharap agar keberadaan UMKM yang telah mengakar ini terus berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Selain pelatihan dan peningkatan kualitas produk, Heri juga mendorong agar promosi digital lebih diperkuat, agar produk-produk khas Cisaat bisa dikenal secara nasional.
Baca Juga: Mobil Pick Up Masih Jadi Andalan Usaha Kecil di 2025, Ini 5 Rekomendasi Terlaris
“Usaha yang berkembang, tentu saja dapat berdampak bagi kesejahteraan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dengan karakter dan keragaman yang dimiliki, Kecamatan Cisaat membuktikan diri sebagai salah satu poros ekonomi kreatif di Kabupaten Sukabumi. Dari Golok Cibatu hingga kue ali dari Rambay, setiap produk adalah cerita tentang budaya, kerja keras, dan semangat untuk maju dari masyarakatnya sendiri.
Artikel Terkait
Erick Thohir Dorong BUMN Terlibat Kembangkan UMKM
4 Poin Arahan Wapres Gibran Saat Mengisi Retret Kepala Daerah, dari Program MBG hingga Sertifikasi Halal UMKM
Saling Sindir dan Sebut Reviewer Makanan Tidak Etis, Nicky Tirta Pilih Gratiskan Endorse UMKM Setelah Tasyi Athasyia Lapor Polisi
Jawab Soal IHSG Anjlok, Menteri UMKM Pastikan Bukan Imbas dari Program Hapus Utang di Bank BUMN
Puji Kualitas Produk UMKM Sukabumi, Ketua Dekranasda Ingin Memasarkan Lebih Luas Lagi
Boyong Produk UMKM Sukabumi, Ketua Dekranasda : Membuka Peluang Kerjasama Antara Sukabumi
Eks TKI Sukses Bangkitkan UMKM Desa, Keripik Kicimpring Sukabumi Tembus Pasar Luar
Begini Tips Ayep Zaki Dalam Kembangkan UMKM
Terbukti Sebagai Sektor Paling Tangguh, Bupati Sukabumi Dorong UMKM Naik Kelas
Jamkrindo Dorong Akses Kredit untuk Jutaan UMKM Lewat Penjaminan KUR