FAJARSUKABUMI - Kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap biaya perbankan syariah yang dinilai lebih mahal dibanding konvensional memantik diskursus di kalangan ekonom dan praktisi keuangan.
Namun, kritik tersebut tidak memicu polemik berlebihan. Ahli Keuangan Syariah Jamil Abbas justru menilai pernyataan itu sebagai momentum refleksi bagi industri keuangan syariah di Tanah Air.
“Saya melihatnya sebagai reminder. Bukan soal benar atau salah, tapi ajakan untuk mengkaji kembali praktik keuangan syariah yang berjalan saat ini,” ujar Jamil.
Menurutnya, dalam prinsip dasar keuangan syariah tidak ada ketentuan yang mewajibkan layanan harus lebih murah dibandingkan perbankan konvensional. Hal utama yang ditekankan adalah keadilan dan keseimbangan manfaat.
“Tidak ada dalil yang menyatakan keuangan syariah itu harus murah. Yang utama itu adil. Mahal atau murah itu relatif, tapi adil itu prinsip,” tegasnya.
Jamil menilai perdebatan soal mahal atau murah seringkali mengabaikan posisi bank sebagai lembaga intermediasi yang menjembatani kepentingan nasabah pembiayaan dan deposan.
Ia mengingatkan, jika pembiayaan terus ditekan agar murah, maka konsekuensinya bisa berdampak pada turunnya imbal hasil bagi para penabung.
“Kalau terus ditekan harus murah, lalu bagaimana dengan deposan? Apakah adil kalau pengusaha besar untung besar, sementara penabung hanya mendapat bagi hasil kecil?” katanya.
Menurutnya, keadilan dalam distribusi manfaat harus menjadi tolok ukur utama dalam sistem syariah, bukan sekadar harga layanan.
Baca Juga: Setahun Pimpin Sukabumi, Asep Japar Tekan Kemiskinan Jadi 6,41 Persen
Jamil juga menyoroti pentingnya perbandingan yang proporsional antara bank syariah dan bank konvensional. Ia menilai perbandingan sering kali tidak dilakukan secara setara, terutama dalam konteks skala usaha dan efisiensi.
Artikel Terkait
Wildan Punya Pecahan Uang Baru Senilai Rp2 Miliar dan Viral, Bank BI Tidak Jamin Keasliannya Meski Sudah Dicek Polisi
Erick Thohir Sebut Pegawai Bank BUMN yang Pensiun Dini Bisa Jadi Manajer di Kopdes Merah Putih
Penjelasan Kejagung Terkait Penangkapan Bos Sritex, Diduga Lakukan Korupsi Penyaluran Kredit Bank Hampir Rp3,6 T
Dugaan Korupsi Kredit Sritex: 13 Orang Saksi Termasuk Dirut Sritex hingga Petinggi Bank BJB Diperiksa Kejagung
Kontroversi Dedi Mulyadi vs Menkeu Purbaya soal Dana APBD Jabar di Bank: Terbukti atau Sekadar Tudingan?
Dedi Mulyadi Balas Menkeu Purbaya soal Dugaan Kibul-kibul APBD Jabar Senilai Rp4,17 Triliun di Bank: Sudah Cek, Tidak Ada
Daftar 15 Daerah yang Punya Dana Mengendap di Bank versi Kemenkeu: Jabar-Sumut Termasuk tapi Klaim Tak Tahu Asal Mulanya
Rp234 Triliun Dana Pemda Mengendap di Bank, DPR: Potensi Besar untuk Pulihkan Ekonomi Daerah
Viral Narasi Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara, Kemenkeu: Itu Hoaks
Wakil Wali Kota: Bank Sampah Bentuk Karakter Peduli Lingkungan