Minggu, 19 April 2026

Kritik Menkeu soal Bank Syariah, Pakar Tekankan Prinsip Keadilan

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Rabu, 25 Februari 2026 | 17:34 WIB

FAJARSUKABUMI -  Kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap biaya perbankan syariah yang dinilai lebih mahal dibanding konvensional memantik diskursus di kalangan ekonom dan praktisi keuangan.

Namun, kritik tersebut tidak memicu polemik berlebihan. Ahli Keuangan Syariah Jamil Abbas justru menilai pernyataan itu sebagai momentum refleksi bagi industri keuangan syariah di Tanah Air.

“Saya melihatnya sebagai reminder. Bukan soal benar atau salah, tapi ajakan untuk mengkaji kembali praktik keuangan syariah yang berjalan saat ini,” ujar Jamil.

Baca Juga: Bantai Semen Padang FC, Bhayangkara FC Ramaikan Perebutan Posisi 5 Besar BRI Super League di Pekan Ke 23

Menurutnya, dalam prinsip dasar keuangan syariah tidak ada ketentuan yang mewajibkan layanan harus lebih murah dibandingkan perbankan konvensional. Hal utama yang ditekankan adalah keadilan dan keseimbangan manfaat.

“Tidak ada dalil yang menyatakan keuangan syariah itu harus murah. Yang utama itu adil. Mahal atau murah itu relatif, tapi adil itu prinsip,” tegasnya.

Jamil menilai perdebatan soal mahal atau murah seringkali mengabaikan posisi bank sebagai lembaga intermediasi yang menjembatani kepentingan nasabah pembiayaan dan deposan.

Baca Juga: Sukses Curi Kemenangan di Kandang Malut United, Persija Jakarta Kembali Samakan Poin nya dengan Persib Bandung di Puncak Klasemen

Ia mengingatkan, jika pembiayaan terus ditekan agar murah, maka konsekuensinya bisa berdampak pada turunnya imbal hasil bagi para penabung.

“Kalau terus ditekan harus murah, lalu bagaimana dengan deposan? Apakah adil kalau pengusaha besar untung besar, sementara penabung hanya mendapat bagi hasil kecil?” katanya.

Menurutnya, keadilan dalam distribusi manfaat harus menjadi tolok ukur utama dalam sistem syariah, bukan sekadar harga layanan.

Baca Juga: Setahun Pimpin Sukabumi, Asep Japar Tekan Kemiskinan Jadi 6,41 Persen

Jamil juga menyoroti pentingnya perbandingan yang proporsional antara bank syariah dan bank konvensional. Ia menilai perbandingan sering kali tidak dilakukan secara setara, terutama dalam konteks skala usaha dan efisiensi.

 

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IFG Apresiasi Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas

Sabtu, 18 April 2026 | 06:42 WIB

Workshop UMMI Cetak Wirausaha Muda Sukabumi

Kamis, 16 April 2026 | 07:18 WIB

DKUKM Sukabumi Dorong Penguatan Usaha Desa

Senin, 13 April 2026 | 10:15 WIB
X