Selasa, 21 April 2026

Ikut Aksi Global March to Gaza, Zaskia Adya Mecca Ungkap Pengalaman Mencekam dan Sempat Dikepung Aparat Mesir

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Senin, 16 Juni 2025 | 19:10 WIB
Zaskia Adya Mecca membagikan pengalaman ketika mengikuti aksi Global March to Gaza. ((Instagram/zaskiadyamecca))
Zaskia Adya Mecca membagikan pengalaman ketika mengikuti aksi Global March to Gaza. ((Instagram/zaskiadyamecca))

FAJARSUKABUMI - Aktris dan aktivis kemanusiaan Zaskia Adya Mecca membagikan pengalaman saat dirinya bersama sembilan warga negara Indonesia (WNI), nyaris ditahan aparat keamanan Mesir saat mengikuti aksi Global March to Gaza.

Melalui unggahan di Instagram, Zaskia mengungkapkan kronologi kejadian saat mereka terlibat dalam aksi solidaritas internasional untuk Palestina.

Karena keterlambatan pendaftaran atas nama kontingen Indonesia, mereka akhirnya bergabung secara resmi di bawah bendera kontingen Malaysia.

Baca Juga: Setelah Tel Aviv Digempur Rudal Iran, Menhan Israel Kini Ancam Keselamatan Warga Teheran

"Kami mendaftar sebagai peserta secara resmi, di bawah kontingen dari Malaysia karena telat daftar, jadi sudah tidak bisa tambah perwakilan utama atas nama Indonesia," ujar Zaskia dikutip Senin 16 Juni 2025.

"Sampai di hotel, vibe-nya sudah enggak enak, ada polisi yang langsung mencatat semua paspor," ungkapnya.

Zaskia mengungkapkan, panitia aksi menyampaikan bahwa seluruh peserta aksi dianggap ilegal karena kesepakatan dengan otoritas Mesir batal.

Baca Juga: Mobil Manual vs Matik di Jalan Tanjakan Sukabumi, Mana yang Lebih Tangguh

"Lalu, pagi hari keluar pernyataan panitia kalau kesepakatan tidak terjadi. Peserta long march dianggap ilegal dan polisi berhak menangkap para peserta," sambung Zaskia.

Zaskia pun mengungkapkan bahwa ada sekitar tiga mobil polisi datang dan melakukan sweeping di hotel. Empat peserta dari negara lain ditangkap.

"Situasi kami lebih sulit, seolah terkunci untuk bergerak karena sekitar 20 polisi, intel, mobil polisi bahkan mobil tahanan siap di depan bus, khusus disiapkan untuk kami ber-10," tulisnya.

Baca Juga: Hama Wereng Batang Cokelat Serang Lahan Sawah di Kecamatan Karangtengah

Dalam upaya menghindari penahanan, mereka pindah ke hotel bintang lima dengan harapan bisa mendapatkan perlindungan protokol hotel internasional. Namun, harapan itu pupus.

 

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X