Selasa, 21 April 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Blak-blakan Sebut Mitra MBG Baru Belum Berpengalaman Jadi Penyebab Kasus Keracunan: Yang Lama Sudah Terbiasa Masak Banyak

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Jumat, 28 Februari 2025 | 06:23 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional menyebut penyebab keracunan MBG karena mitra yang belum berpengalaman. (Foto Instagram/badangizinasional.ri)
Kepala Badan Gizi Nasional menyebut penyebab keracunan MBG karena mitra yang belum berpengalaman. (Foto Instagram/badangizinasional.ri)

Dadan menyatakan jika pengetahuan tidak cukup untuk para mitra bisa menjalankan program Makan Bergizi Gratis ini.

Menurutnya, butuh kebiasaan dan pengalaman untuk bisa memasak dalam porsi yang besar.

“Karena untuk bisa memasak, biasa masak 1 sampai 10 untuk bisa 1.000 sampai 3.000 butuh waktu untuk membiasakan sampai kematangannya cukup,” kata Dadan.

Selain tingkat kematangan, ia juga mengatakan tentang kesamaan rasa masakan dalam kebiasaan memasak di porsi besar.

Melakukan Evaluasi Rutin Pelaksanaan MBG

Dadan juga mengungkapkan jika mereka selalu melakukan evaluasi tiap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis ini.

“Kami evaluasi setiap hari dan kami menyarankan untuk yang baru-baru, tidak mulai langsung banyak tetapi harus mulai dari kecil,” ujarnya.

“Jadi, kalau mereka menjadi mitra kemudian ingin melakukan penyaluran makan bergizi, maka kami sarankan mulai dari 100-190," imbuh Dadan.

Program Makan Bergizi Gratis Sudah Dilakukan di Seluruh Indonesia

Saat hadir dalam acara peresmian Danantara di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Senin, 24 Februari 2025, Dadan mengklaim MBG sudah terlaksana di seluruh Indonesia.

“Kalau saya sendiri tadi hanya melaporkan terkait dengan pelaksanaan program makan bergizi,” ujar Dadan.

“Alhamdulillah sudah lengkap di 38 provinsi ya, karena yang Papua Tengah baru jalan hari ini,” imbuhnya.

Dadan juga mengungkapkan jika saat ini ada 693 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia untuk pelaksanaan MBG ini.

“Hari ini sudah bertambah 117 SPPG, jadi jumlah totalnya saya lupa, takut salah, berjumlah 693 SPPG di seluruh Indonesia,” kata Dadan.

“Jadi dalam waktu 1,5 bulan, Alhamdulillah sekarang sudah mencapai 38 provinsi dan 693 satuan pelayanan,” terangnya.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X