“MBG tetap berjalan, menunya disesuaikan untuk berbuka (takjil), seperti makanan kering yang lebih tahan lama,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran program ini, BGN juga memperkenalkan sistem kemasan baru menggunakan kantong yang dapat dikembalikan.
Kantong ini diuji coba di Sukabumi, Jawa Barat, dan kini diterapkan secara lebih luas.
“Besoknya kantongnya harus dibawa kembali, ditukar dengan kantong yang isi sehingga tidak menimbulkan sampah,” kata Dadan.
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk melatih kedisiplinan siswa dalam mengelola makanan yang mereka terima.
Meski sempat menuai kritik, BGN memastikan bahwa program MBG selama Ramadan telah melalui berbagai uji coba dan evaluasi untuk memastikan asupan gizi anak-anak tetap terjaga.
"(Untuk kesiapan pembagian MBG saat Ramadhan) kami sudah siap," kata Dadan.
“Iya berbasis pengalaman tahun 2024 dan juga uji coba dalam pekan terakhir ini,” tambahnya.
Artikel Terkait
Ironi di Balik Skandal Korupsi Pertamina, Para Tersangka ‘Diskusi’ di Grup WhatsApp yang Berjudul Orang-orang Senang
Bagaimana Syarat Agar Driver Ojek Online Gojek dan Grab Dapat THR? Cek di Sini
Menangis Haru Ingat Dibantu Raffi Bangun Usaha, Nunung: Dia yang Cari Tempat, Gak Minta Apa-apa
Menu MBG saat Ramadan Dinilai Minimalis, Kepala BGN Bahas Soal Kandungan Gizi
Belajar dari Kesalahan, Gustavo Almeida Berjanji Lebih Baik Setelah Mendapatkan Kartu Merah