“Masyarakat sudah diberi pemahaman soal bencana, tapi tanpa jalur evakuasi yang layak, kesiapsiagaan itu tidak akan optimal,” tegasnya.
Selain berfungsi sebagai jalur penyelamatan, jalur utara Cisolok–Palabuhanratu juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Akses baru ini dinilai dapat memperlancar mobilitas warga, distribusi barang, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Hari Ini, 1 Gram Dibanderol Rp 2.570.000
“Manfaatnya bukan hanya saat darurat. Dalam jangka panjang, jalur ini akan memperkuat konektivitas dan ekonomi wilayah selatan Sukabumi,” ucap Junajah.
Ia berharap, pembangunan jalur strategis tersebut dapat menjadi program bersama lintas pemerintahan, baik kabupaten, provinsi, maupun pusat, demi menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Daerah rawan bencana harus memiliki infrastruktur evakuasi yang layak. Ini bukan pilihan, tapi kebutuhan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Ketua DPRD Kota Sukabumi Minta Demo Digelar Damai dan Tertib
Pemkot Sukabumi Evaluasi Tunjangan DPRD, Jawab Aksi Mahasiswa
Pemkot Sukabumi Jawab Isu Pajak dan Tunjangan DPRD Lewat Dialog Terbuka
Ketua DPRD Sukabumi Apresiasi Dedikasi Dandim Lama, Siap Bersinergi dengan Dandim Baru
DPRD Sukabumi Fokus Sinkronkan Raperda dengan Arah Pembangunan Daerah
Wali Kota Sukabumi Sampaikan Jawaban Fraksi DPRD Soal Raperda APBD 2026
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Tekankan Sinergi Lembaga dan Penguatan Pelayanan Publik
DPRD Kota Sukabumi Dorong Percepatan Raperda Peternakan, Pemerintah Siap Jawab Masukan Sembilan Fraksi
Komisi I DPRD Sukabumi Dorong Perangkat Daerah Proaktif Percepat Reforma Agraria
Propemperda 2025 Hasilkan 7 Perda, DPRD–Pemkot Siapkan 12 Raperda Prioritas 2026