Minggu, 19 April 2026

Lebaran dan Stimulus Dorong Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi Tumbuh 5,5 Persen

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Jumat, 27 Maret 2026 | 08:38 WIB
Ilustrasi THR  | Foto: Ist
Ilustrasi THR | Foto: Ist

FAJARSUKABUMI -  Momentum Hari Raya Idulfitri dan berbagai stimulus pemerintah diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 hingga 5,5 persen secara year-on-year (yoy).

Optimisme tersebut disampaikan Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin yang menilai konsumsi masyarakat menjadi kunci utama penggerak ekonomi di awal tahun.

Menurut Wijayanto, sepanjang kuartal I terdapat rangkaian momentum yang mendorong belanja masyarakat, mulai dari Natal dan Tahun Baru (Nataru), perayaan Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri di akhir Maret.

Baca Juga: Aduan THR 2026 Masih Tinggi, Kemnaker Minta Pengawas Turun Tangan

Rangkaian momentum tersebut dinilai mampu menjaga perputaran uang dan aktivitas ekonomi tetap tinggi.

Ia menyebut, secara tren, Nataru dan Lebaran menyumbang sekitar 30–40 persen dari total belanja ritel tahunan, sehingga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I.

“Belanja masyarakat selama Nataru dan Lebaran akan berdampak sangat tinggi bagi ekonomi kuartal I 2026, sehingga target pertumbuhan 5,5 persen berpeluang tercapai,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Ungkap Progres Jalan 62 Persen Baik dan 990 Rutilahu Tuntas

Wijayanto juga menilai perputaran uang saat Lebaran tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi menyebar ke daerah melalui aktivitas mudik.

Pemudik cenderung membelanjakan uangnya di kampung halaman, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan pemerataan.

“Lebaran selalu memberi dampak besar bagi ekonomi daerah karena ada aliran dana dari pemudik yang dibelanjakan di wilayah asal,” katanya.

Baca Juga: Konten Kreator Gizi Soroti Tabel Nilai Gizi MBG Ramadan, Cara Penulisan Disebut Bisa Bikin Salah Paham

Selain konsumsi Lebaran, kebijakan stimulus pemerintah turut memperkuat optimisme pertumbuhan ekonomi.

Salah satu kebijakan yang disorot adalah Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek daring yang dinilai memberikan dampak sosial dan ekonomi meskipun nilainya tidak besar secara makro.

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IFG Apresiasi Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas

Sabtu, 18 April 2026 | 06:42 WIB

Workshop UMMI Cetak Wirausaha Muda Sukabumi

Kamis, 16 April 2026 | 07:18 WIB

DKUKM Sukabumi Dorong Penguatan Usaha Desa

Senin, 13 April 2026 | 10:15 WIB
X