“Nilai BHR sekitar Rp400 miliar memang belum signifikan terhadap ekonomi nasional, tetapi bagi pengemudi ojol bantuan ini sangat berarti,” jelasnya.
Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa mudik Lebaran memiliki efek pengganda yang kuat terhadap perekonomian, terutama bagi UMKM, pedagang, dan sektor transportasi.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menyebutkan pemerintah telah menyiapkan berbagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk stimulus fiskal lebih dari Rp12,8 triliun, bantuan sosial Rp11,92 triliun kepada 5,04 juta keluarga penerima manfaat, serta diskon tarif transportasi Rp911,16 miliar.
Baca Juga: Viral Rumah Kontrakan di Cengkareng Jadi Tempat Sampah Saat Ditinggal Mudik, Penghuni Geram
Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), momentum Lebaran dan stimulus pemerintah diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dan inklusif pada kuartal I 2026.
Artikel Terkait
Ekonomi Ditarget 6 Persen, Stimulus Awal 2026 Dinilai Berisiko Picu Inflasi
TP PKK Sukabumi Optimistis UMKM Dongkrak Ekonomi Daerah
SI CADIAK Pertamina Dorong Ekonomi Sirkular di Padang Toboh
Dari Telur Asin hingga Kerajinan Bambu, Semua untuk Ekonomi Warga
Kredit UMKM Melemah, Bank Dinilai Abai pada Ekonomi Riil
Ayep Zaki Dorong Program Sosial Terintegrasi dan Berbasis Ekonomi
Wali Kota Sukabumi Tegaskan Pemberdayaan SDM dan Dukungan Ekonomi Warga
Wali Kota Sukabumi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Lampaui 5,32 Persen
BPS Sukabumi Akan Laksanakan Sensus Ekonomi 2026, Ini Tujuan dan Mekanismenya
Idul Fitri 1447 H, Bupati Sukabumi Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan Publik dan Ekonomi Rakyat