Selasa, 21 April 2026

Ada Jemaah Calon Haji Indonesia yang Tidak akan Mabit di Muzdalifah dan Mina, Bagaimana Hukumnya? Begini Penjelasan Kemenag

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Minggu, 1 Juni 2025 | 06:20 WIB
Potret Kemenag terapkan skema murur dan tanazul saat haji 2025 untuk jemaah lansia dan uzur. Ibadah tetap sah, tanpa mabit di Muzdalifah-Mina. (Foto Istimewa)
Potret Kemenag terapkan skema murur dan tanazul saat haji 2025 untuk jemaah lansia dan uzur. Ibadah tetap sah, tanpa mabit di Muzdalifah-Mina. (Foto Istimewa)

Setelah mabit di Muzdalifah, rangkaian ibadah selanjutnya adalah mabit di Mina.

Untuk skema ini, para jemaah akan langsung pulang ke hotel di Makkah setelah selesai lempar jumrah aqabah.

“Tanazul juga mengikuti pendapat Mazhab Hanafi yang menyatakan bahwa mabit di Mina hukumnya sunnah,” jelasnya.

“Jemaah yang memilih langsung kembali ke hotel tidak terkena dam dan hajinya tetap sah,” tambahnya lagi.

Dalam keterangan yang diunggah Kemenag, ada sekitar 30 ribu jemaah dari sektor Syisyah dan Raudha yang dijadwalkan mengikuti tanazul.

Jemaah yang melempar jumrah tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah tidak kembali ke tenda di Mina, tetapi langsung kembali ke hotel masing-masing.
*

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X