Selasa, 21 April 2026

3 Poin Kritis BGN Kirim 5000 Tenaga Profesional BGN ke SPPG: Perbaiki Sistem, Bukan Sekadar Ganti Koki

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 11:18 WIB
Menyoroti langkah BGN menyebar 5000 koki profesional ke berbagai SPPG usai maraknya kasus keracunan massal MBG. ( (Instagram.com/@badangizinasional.ri))
Menyoroti langkah BGN menyebar 5000 koki profesional ke berbagai SPPG usai maraknya kasus keracunan massal MBG. ( (Instagram.com/@badangizinasional.ri))

FAJARSUKABUMI - Sebagian publik Tanah Air kini tengah ramai menyoroti langkah Badan Gizi Nasional (BGN) mengerahkan 5.000 koki profesional ke ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebut ribuan tenaga profesional bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu akan mulai dikirimkan pada Senin, 13 Oktober 2025 mendatang.

“Para juru masak yang sudah sangat profesional ini akan kami terjunkan ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai hari Senin nanti,” kata Dadan dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Runtuhnya Ponpes Al-Khoziny dan Perdebatan soal Penggunaan APBN untuk Bangun Ulang

Di balik gebrakan itu, masih tersisa pertanyaan mendasar tentang akar masalah ihwal pelaksanaan program MBG yang kini tengah dibayangi kasus keracunan massal.

Terkhusus, terkait persoalan kebersihan dan keamanan pangan di lapangan yang dinilai belum tertangani dengan baik. 

BGN sendiri sejak akhir September 2025 lalu memastikan akan dilakukan evaluasi total dalam mengantisipasi merebaknya kasus keracunan massal di berbagai daerah. 

Baca Juga: Gemini AI di Galaxy Z Fold7: Multitasking, Riset Instan, dan Visualisasi Ide di Satu Perangkat

Lantas, apa saja poin-poin kritis terkait penyebab keracunan massal dalam pelaksanaan program MBG itu? Berikut ini sejumlah faktor penting di antaranya

Kasus keracunan MBG beberapa waktu terakhir membuat pemerintah harus mengevaluasi cara kerja di lapangan. 

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto tak menampik sejumlah SPPG belum menjalankan SOP secara disiplin.

Baca Juga: Menelisik Rencana Pemerintah Hapus Tunggakan KUR bagi Jutaan UMKM

“Keadaan teknis di lapangan, kita evaluasi penyelenggaraan gimana kontrol kesiapan dan tertibkan regulasi yang selama ini kurang,” ujar Aries di Kantor Kemenkes, Jakarta, pada 2 Oktober 2025.

 

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X