Selasa, 21 April 2026

3 Poin Kritis BGN Kirim 5000 Tenaga Profesional BGN ke SPPG: Perbaiki Sistem, Bukan Sekadar Ganti Koki

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 11:18 WIB
Menyoroti langkah BGN menyebar 5000 koki profesional ke berbagai SPPG usai maraknya kasus keracunan massal MBG. ( (Instagram.com/@badangizinasional.ri))
Menyoroti langkah BGN menyebar 5000 koki profesional ke berbagai SPPG usai maraknya kasus keracunan massal MBG. ( (Instagram.com/@badangizinasional.ri))

Aries juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi dan berharap evaluasi ini menjadi pembenahan besar-besaran, seperti proses masak hingga kebersihan air di berbagai dapur SPPG. 

“Dengan kejadian ini mohon maaf, kita ambil hikmahnya. Ternyata beberapa SPPG mungkin melakukan di luar SOP yang sudah ditetapkan, mungkin ada yang masaknya terlalu cepat, ada yang airnya juga,” ungkapnya.

Kepala Bappisus itu bahkan menegaskan, hingga kini, evaluasi itu masih dilakukan lintas kementerian dan lembaga.

Baca Juga: Pemkot Sukabumi Dorong Kesadaran Kolektif Warga Hadapi Persoalan Sampah

Hal itu tak hanya soal teknis dapur, tapi juga rantai pasokan bahan pangan dan sistem distribusi. 

“Program ini bagus untuk generasi sehat, generasi pintar, generasi emas negara Republik Indonesia,” tegas Aries.

Di lain pihak, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama sempat mengingatkan agar investigasi tak berhenti di dapur semata. 

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Lagi, Cetak Rekor Tertinggi Baru di Rp2,299 Juta per Gram

Sebelumnya diketahui, berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Jawa Barat, terdapat penyebab dominan ditemukan dalam kasus keracunan massal para siswa di daerah Jabar.

Hal itu bakteri Salmonella dari makanan berprotein tinggi seperti daging dan telur, serta Bacillus cereus akibat penyimpanan nasi yang tidak tepat.

Terkait hal tersebut, Tjandra menyebut terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan keracunan makanan massal.

Baca Juga: BBM Masih Kosong di SPBU Swasta hingga Ganggu Investasi, Bahlil: Harus Ikuti Aturan

“Secara umum World Health Organization (WHO) menyebutkan setidaknya ada lima hal yang dapat dideteksi di laboratorium untuk menilai keracunan makanan,” kata Tjandra dalam keterangan resminya, pada Sabtu, 27 September 2025 lalu.

Tjandra menegaskan, faktor penyebab bisa datang dari banyak arah, mulai dari kebersihan alat masak, sanitasi air, hingga distribusi bahan mentah. 

 

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X