pemerintahan

Lakukan Pengawasan Ketat, Otoritas Arab Saudi Pakai Drone untuk Menangkap Jemaah Calon Haji Ilegal

Selasa, 27 Mei 2025 | 14:56 WIB
Potret Arab Saudi gunakan drone awasi jemaah haji ilegal. Denda bisa capai Rp432 juta, deportasi & larangan masuk 10 tahun. (Foto Istimewa)


FAJARSUKABUMI - Pemerintah Arab Saudi melakukan pengawasan ketat selama musim haji 2025.

Untuk mengawasi kemungkinan ada jemaah calon haji ilegal, otoritas Arab Saudi menggunakan drone untuk melakukan pemantauan.

Dengan menggunakan drone, diklaim bahwa sudah ada penangkapan ratusan orang yang melanggar selama kedatangan jemaah calon haji tiba di Tanah Suci.

Baca Juga: Otoritas Keamanan Siapkan Sanksi Berat Terkait Haji Ilegal, dari Denda Uang hingga Larangan 10 Tahun ke Arab Saudi

Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) juga telah memasang 20 gerbang elektronik (e-gate) di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz di Madinah.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan bagi jamaah haji yang sah dan sesuai prosedur.

Gerbang berteknologi tinggi ini dirancang untuk mempercepat proses imigrasi dan mengurangi waktu tunggu bagi jamaah haji yang masuk.

Baca Juga: Apa Itu Kartu Nusuk? Benda Penting yang Harus Dimiliki dan Dibawa oleh Jemaah Calon Haji Indonesia

SDAIA bekerja sama dengan otoritas imigrasi dan bandara untuk menerapkan solusi kecerdasan buatan yang menyederhanakan prosedur masuk.

Selain e-gate, lebih dari 30 perangkat pembaca paspor canggih juga telah dipasang untuk memfasilitasi pemrosesan yang lancar.

Pemerintah Indonesia sendiri juga sempat membagikan aturan baru Arab Saudi yang semakin ketat memberikan izin pada jemaah calon haji untuk bisa masuk ke Makkah.

Baca Juga: 323 Kloter Jemaah Calon Haji Indonesia Sudah Tiba di Arab Saudi, Pintu Kedatangan Masih Terbuka hingga 31 Mei 2025

Salah satunya dengan kartu Nusuk yang harus dimiliki oleh jemaah calon haji sebagai ‘kartu izin’ selama tinggal di Arab Saudi.

Kartu Nusuk ini adalah kartu yang berisi identitas lengkap para jemaah calon haji, termasuk lokasi hotel di mana ia menginap.

Halaman:

Tags

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB