FAJARSUKABUMI - Pemerintah Kota Sukabumi memasang target ambisius untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi pada periode 2025–2026. Capaian 5,32 persen pada 2025 dinilai menjadi pijakan kuat untuk akselerasi berikutnya.
Wali Kota Sukabumi menegaskan, angka tersebut sudah melampaui rata-rata nasional, namun belum menjadi titik akhir.
“Pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi tahun 2025 berada pada angka 5,32 persen dan itu lebih tinggi dari rata-rata nasional. Namun kami tidak berhenti di situ, kami ingin lebih tinggi lagi,” tegasnya.
Baca Juga: Tak Mampu Tumbangkan Borneo FC, Mauricio Souza Ungkapkan Kesalahan yang Dilakukan Persija Jakarta
Ia menjelaskan, sejumlah indikator utama akan diperkuat untuk mendorong lonjakan pertumbuhan. Di antaranya peningkatan lending perbankan, kenaikan APBD, penguatan investasi, peningkatan daya beli masyarakat, serta perluasan pasar ekspor.
“Simpanan masyarakat di perbankan Kota Sukabumi saat ini mencapai Rp10 triliun, tetapi lending baru sekitar Rp5 triliun. Ini artinya masih ada ruang besar untuk kita dorong,” ujarnya.
Menurutnya, perbankan harus lebih agresif menyalurkan kredit agar dana yang terhimpun bisa berputar maksimal di daerah.
Baca Juga: Jamkrindo Berbagi Berkah Ramadan, Salurkan Bantuan Sosial untuk Warga Tegal
“Kami ingin lending minimal setara dengan dana himpunan masyarakat, sehingga perputaran ekonomi di Kota Sukabumi semakin kuat,” katanya.
Wali Kota juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap pelaku UMKM. Saat ini pembiayaan UMKM baru mencapai Rp1,5 triliun.
“Kami menargetkan pembiayaan UMKM bisa naik menjadi Rp3 triliun. UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah, jadi harus kita perkuat,” ucapnya.
Selain sektor perbankan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi perhatian serius. Dari Rp1,32 triliun, PAD ditargetkan meningkat menjadi Rp1,45 triliun.